Pengacara Djoko Tjandra: Dia Mencintai Indonesia, Tapi Dizolimi

Rabu, 08 Juli 2020 | 06:11:37 WIB
Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Sumber Foto: rmol.id

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking membantah bahwa kliennya itu menjadi buronan dalam perkara kasus yang menimpa dirinya soal kasus korupsi Bank Bali.

“Jadi menanyakan kepada buron, izin saya membantah karena beliau bebas bepergian pada tahun 2001 sudah diputus inkrah. Putusannya, putusannya lepas dari tuntutan,” kata Anita dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) dengan tema Simsalabim Djoko Tjandra di tvOne, Selasa 7 Juli 2020.

Jadi, ia menegaskan, apa yang terjadi dengan kliennya tersebut sudah selesai. Sudah dilakukan eksesuki oleh kaksa pada 2001, sehingga pihaknya menilai urusannya telah final. Termasuk aktivitas Djoko yang dilakukan di luar negeri selama ini.

“Saat itu bebas merdeka, jadi artinya ini ada kezaliman,” ujarnya.

Nita menuturkan, bahwa jaksa tidak dapat melakukan Peninjauan Kembali (PK) sebagainya yang diatur dalam Kitab undang-undang Hukum Pidana Pasal 263 Ayat 1.

“Ada dua yang dilabrak. Subjek hukumnya bahwa pemohon PK hanya terpidana dan ahli waris. Putusannya adalah lepas dari segala tuntutan. Itu tidak boleh dilakukan,” katanya.

Dalam acara yang dipandu pembawa acara Karni Ilyas itu, Anita juga menjelaskan bahwa Djoko Tjandra tidak berhenti mencari keadilan bagi dirinya. 

Banyak yang bertanya, ''Loh, Kenapa baru sekarang? ada proses hukum yang dijalankan. Ada permohonan dilakukan tahun 2009 juga tapi ditolak oleh mahkamah agung dengan PK. Lalu ada putusan MK yang memperjelas bahwa Jaksa tidak boleh mengajukan PK yang kemudian uji materilnya disetujui MK nomor 13,'' kata dia. 

Dalam pada itu, Anita juga meminta agar diperhatikan juga kedatangan Djoko Tjandra untuk mengembalikan hak-hak sebagai warga negara Indonesia. ''Dia sebenarnya mencintai Indonesia, tapi dia dizolimi, padahal dia sebagai investor yang banyak membangun indonesia,'' kata dia.

''Kita melihat dari satu sisi saja, tapi nggak ditanya, kenapa sih dia PK? nggak ada tuh di berita-berita, nggak ada, yang ada memojokkan dia, padahal kehadiran dia berjuang untuk mengupayakan haknya di saat pandemi Covid-19, gak gampang Pak'' ungkap Anita.(R04)

 

Sumber Berita: viva.co.id

Terkini