RIAUSKY.COM - Kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim kembali mendapat kritik, kini datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.
Sindiran tersebut terkait adanya judul pemberitaan mengenai Nadiem yang menyebut jika dirinya tak mengetahui sejarah pendidikan Indonesia di salah satu media daring.
"Mereka yang tak tahu sejarah masa lalu, tak mungkin tahu apa yang terjadi masa kini. Mereka yang tak tahu apa yang terjadi masa kini, tak mungkin bisa merancang masa depan. Semua berhubungan," tulis @fadlizon di Twitter, Minggu (26/7/2020).
Sebelumnya, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim lebih peka terkait organisasi yang sudah berjasa dalam dunia pendidikan.
Hal ini setelah beberapa ormas besar mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
"Organisasi seperti NU, Muhammadiyah, PGRI adalah organisasi-organisasi besar yang sudah terbukti berjasa dalam dunia pendidikan, sebagai Organisasi Penggerak. Menteri @Kemdikbud_RI harus lebih peka dan segera beri penjelasan agar mereka gabung kembali," tulis @mardaniAliSera di Twitter, Jumat (24/7/2020).
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengikuti jejak Muhammadiyah dan LP Ma'arif Nahdlatul Ulama PBNU yang mundur diri dari program Organisasi Penggerak Kemendikbud.
Salah satu alasan PGRI mundur karena kriteria pemilihan dan penetapan peserta program organisasi penggerak tidak jelas.
"PGRI memandang bahwa perlunya prioritas program yang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja guru melalui penataan pengembangan dan mekanisme keprofesian guru berkelanjutan (Continuing Professional Development)," ujar Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi. (R04)