Pemko Pekanbaru Sosialisasikan Kontak Tracking ke Seluruh Rumah Sakit

Kamis, 06 Agustus 2020 | 20:09:34 WIB
Wali Kota Pekanbaru DR Firdaus ST, MT saat sosialisasi Kontak Tracing kepada pengelola Rumah Sakit di Kota Pekanbaru.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru melaksanakan sosialisasi kontak tracking dan penerapan protokol kesehatan kepada seluruh pengelola rumah sakit di Kota Pekanbaru.

Kegiatan itu dilaksanakan Rabu (5/8/2020) di Ballroom Hotel Premier Kota Pekanbaru. 

Sosialisasi kontak tracking sendiri adalah upaya  untuk memastikan data tentang kasus Covid-19 tervalidasi secara riil dan bisa dilakukan pengecekan dimanapun tanpa harus meragukan lagi keabsahan dari hasil pelaksanaan rapid test. 

Dalam pengelolaannya, Pemerintah Kota Pekanbaru bekerja sama dengan pengelola aplikasi yang dirancang khusus untuk itu.

Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, ST, MT yang membuka acara sosialisasi kontak tracking dan penerapan protokol kesehatan kepada seluruh manajemen rumah sakit di Pekanbaru, ini mengapresiasi kehadiran perangkat yang nanti, pemanfaatannya akan menggunakan aplikasi khusus yang nantinya akan dikoneksikan dengan seluruh rumah sakit di Kota Pekanbaru. 

Salah seorang warga Pekanbaru melakukan rapid test untuk memastikan temeriksaan awal  Covid-19

Sosialisasi kontak tracking nantinya akan dibentuk dalam sebuah aplikasi yang memuat database terkait siapa saja yang melakukan rapid tes secara mandiri di fasilitas kesehatan (Faskes). 

Aplikasi ini, nantinya juga akan digunakan oleh seluruh Faskes yang ada di Pekanbaru yang menyelenggarakan rapid tes secara mandiri, seperti klinik dan rumah sakit swasta. 

Nantinya seluruh data warga yang mengikuti rapid tes secara mandiri akan didata melalui sebuah aplikasi dan bermuara dalam database yang dikelola Diskominfo Pekanbaru. 

 ''Kita membutuhkan sebuah data untuk pengendalian memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,'' terang Firdaus dalam sambutannya. 

Selain itu, dengan menggunakan aplikasi berbasis data ini, akan dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kecurangan oknum yang melakukan rapid test secara mandiri untuk kepentingan tertentu. 

Dikatakan Firdaus,  pihaknya banyak mendapat informasi tentang hasil rapid test yang tidak resmi yang beredar di tengah masyarakat dan hasilnya sungguh tidak bisa dipertanggung jawabkan. 

''Kita menerima informasinya. ada sertifikat sehat maupun laporan hasil test yang dipalsukan dan  dibuat orang yang tidak bertanggung jawab dan disalahgunakan, untuk tujuan yang bisa merugikan orang lain, bahkan dipalsukan," terangnya. 

Di tengah situasi pandemi ini, tentu, akan sangat berbahaya bagi orang yang ternyata tertular, tapi dengan satu alasan, dengan kepemilikan dokumen hasil pemeriksaan yang dipalsukan ternyata datanya malah sebaliknya. 

Dengan adanya aplikasi berbasis database ini, Wali Kota berharap bisa memperkecil kemungkinan terjadi kecurangan yang bisa membahayakan dan merugikan orang lain itu. 

Selain itu, Wali kota juga mengajak seluruh sarana fasilitas layanan kesehatan yang ada, yang menyediakan layanan  rapid test, swab dalam upaya pemeriksaan hasil Covid-19 kepada masyarakat, baik klinik, Rumah Sakit, praktek mandiri, maupun laboratorium, agar mendapat rekomendasi Diskes Pekanbaru.

Tampak hadir dalam acara sosialisasi itu, Kepala Diskominfo Pekanbaru Firmansyah Eka Putra, Plt. Kepala Diskes Pekanbaru dr. Zaini Rizaldy juga jajaran pemerintah, pengelola rumah sakit. 

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan bantuan 1.000 unit alat rapid tes dari salah satu pihak swasta kepada Pemko Pekanbaru. (R04)
 

Terkini