Bupati Siak Dibuat Terkagum-kagum, di Tengah Pandemi, Petani Semangka di Mempura Hasilkan Rp250 juta, Sekali Panen...

Rabu, 09 September 2020 | 19:34:46 WIB
Bupati Siak Alfedri foto bersama salah seorang petani semangka di Kota Ringin Kecamatan Mempura.

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUSKY.COM)- Bupati Siak Alfedri sumringah, di tengah pandemi Covid-19 yang merontokkan sendi perekonomian, dia berkesempatan melakukan panen raya semangka di Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, tepatnya di dusun Teluk Salak,  Selasa (8/9/2020) petang lalu.

Tak sekedar ikut panen, Alfedri dibuat bangga, karena, dalam situasi sulit ini, warganya masih bisa menghasilkan pundi-pundi uang dalam jumlah besar, mencapai ratusan juta rupiah. 

Daerah itu, dahulunya biasa saja, namun kini, telah berubah menjadi sentra produksi pangan, Kabupaten Siak juga menjadi penghasil beragam tanaman holtikultura, salah satunya semangka. 

Luas lahan panen semangka yang digarap oleh masyarakat di kawasan ini mencapai 120 hektar, dengan produksi mencapai 20 ton per hektar. 

Semangka ini dipasarkan ke beberapa daerah di Provinsi Riau,juga Sumatra Barat.

''Walaupun diguyur hujan,saya bahagia melihat para petani bisa mendapatkan hasil panen yang baik. Dengan panen ini menunjukkan kalau petani di sini telah bekerja keras untuk mandiri dan sejahtera,” kata Bupati Alfedri saat menyampaikan sambutannya.

Saat ini, menurut Alfedri, di Kabupaten Siak tengah digalakkan budidaya tanaman semangka. Sentra semangka tersebar di beberapa kecamatan seperti Tualang, Mempura,dan Sungai Apit.

Bupati berharap, petani dapat menggarap sektor hilir,seperti minuman olahan semangka, menurutnya hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan petani.

Namun begitu, Alfedri berharap masyaraka tak berpuas diri. “Para petani perlu masuk ke sektor hilir, garap produk turunan semangka. Ini perlu terus didorong. Misalnya dengan minuman olahan semangka, sehingga pendapatan yang diterima petani lebih baik,” ujarnya.

Dikatakannya, dusun Teluk Salak ini merupakan  sentra tanaman buah semangka untuk Kecamatan Mempura.Hal ini telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Ia juga berharap,agar hal serupa (budidaya tanaman semangka) dapat terus ditingkatkan hingga ke dusun lainnya di Kecamatan Mempura.

Optimisme pemimpin Siak itu tinggi dalam budidaya tanaman semangka, bagaimana tidak,menurutnya dalam satu hektar mampu menghasilkan 20 ton semangka. Sedangkan dalam setahun mampu empat kali panen.

“Satu hektar dapat menghasilkan 20 ton semangka,dengan harga saat ini Rp.5000/ kg, bisa dikatakan budidaya ini sangat menjanjikan,dimana dalam satu hektar,sekali panen para petani kita dapat omset sekitar 250 juta, padahal dalam setahun mampu empat kali panen.Ini harus ditingkatkan agar masyarakat semakin sejahtera”, pungkasnya.

Tarmidji,salah seorang petani semangka tidak menafikan hal tersebut. Namun begitu, dia berharap agar pemerintah daerah membantu alat mesin pertanian seperti hand tractor karena selama ini untuk mengarap lahan masih mengunakan manual.

Menurutnya dengan mesin untuk menghaluskan tanah, ke depan lahan akan bertambah luas, hasil pun meningkat.

“Kami sangat berharap Bapak Bupati nantinya berkenan membantu alat pertanian. Selama ini kami menggarap lahan secara manual,sehingga lama dan kurang maksimal. Dengan alat pertanian semisal hand traktor waktu menggarap lahan jadi cepat dan produksi meningkat”, harapnya.

Hadir dalam acara itu, Asisten I Setda Kabupaten Siak Budhi Yuwono, Camat beserta unsur Upika Kecamatan Mempura, Penghulu beserta masyarakat Dusun Teluk Salak.(advertorial pemkab siak)

Terkini