Saat Menko Luhut Pandjaitan Meminta Said Iqbal dan Andi Gani Menahan Diri, ''Kita kan Pengen Negara Ini Baik...''

Rabu, 07 Oktober 2020 | 15:43:43 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club Selasa (6/10/2020) malam tadi. /Sumber Foto: Tangkapan layar ILC.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengajak para petinggi buruh untuk bisa menahan diri dari melaksanakan aksi di tengah pandemi Covid-19.

Permintaan tersebut khusus disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) saat ditanyakan pembaca acara Karni Ilyas apakah punya pesan yang ingin disampaikan kepada para buruh. 

Luhut pun meresponinya dengan meminta Karni menyampaikan kepada Said Iqbal dan Andi Gani Nena Wea untuk bisa menahan diri. 

''Tolong sampaikan pada teman-teman buruh, terutama pemimpinnya ada disitu, yang saya lihat saudara Iqbal, saudara  Andi, ya sudah, kita ini kan pengen negara ini baik, anda juga ingin negara ini baik. Saya minta supaya kita menahan dirilah,'' kata Luhut.  

Luhut meminta agar semua bisa menahan diri, mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 

''Semua kita menahann diri, apalagi dalam suasana Covid ini,  musim hujan, itu yang nanti bisa membuat kita semua susah, anak istri kita susah,'' kata dia. 

Luhut pun melanjutkan, ''Dari lubuk hati saya  yang paling dalam, ayo kita duduk baik-baik, jangan kita bikin orang lain susah,'' ajak Luhut.  

Luhut juga mengajak buruh untuk bersama berpikir jernih. 

Dia memastikan pemerintah tidak pernah memberikan kebijakan atau aturan yang akan menyengsarakan rakyatnya. 

''Apalagi Pak Jokowi, tidak. Karena beliau datang dari keluarga susah. Latar belakang susah dan itu beliau pernah ngomong. Jadi kita ada presiden seperti itu,'' imbuh dia.

Luhut berharap mementum ini bisa digunakan bersama untuk membngun bngsa. 

''Momentum ini menurut saya baik untuk membangun bangsa ini bersama-sama, tidak saling menyalahkan, ayo kita bekerja. kalau kita bekerja dengan gigih, saya yakin akan bagus,'' ungkap dia.

Sebagaimana diketahui beberapa saat menjelang pengesahan UU Cipta Kerja, dua petinggi buruh, yakni Presiden KSPI Said Iqbal dan  Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dipanggil oleh Presiden Joko Widodo.

Pada kesempatan itu, perwakilan buruh menyampaikan sejumlah item dalam RUU Cipta Kerja yang menjadi penolakan bagi para buruh dan pekerja. 

Mereka juga membantah pertemuan tersebut terkait dengan tawaran menjadi Wakil Menteri Tenaga Kerja.(R04)

Terkini