PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM) - Bawaslu Kabupaten Pelalawan diduga memiliki misi tertentu terkait video pasangan calon (Paslon) yang numpang tenar lewat bantuan sosial.
Bukannya memproses oknum timses atau paslon, Bawaslu terkesan lebih mempermasalah siapa yang memvideokanya.
"Anehnya, sajauh ini pihak Bawaslu Kabupaten Pelalawan bukanya melakukan pemeriksaan terhadap oknum paslon serta timses, sebaliknya Bawaslu malah menyoalkan dari mana video itu berasal," ucap Razak.
Padahal, sambungnya lagi, anggaran Hibah Bawaslu dari Pemerintah Daerah luar besar, yakni Rp13,9 miliar APBD 2020. Anggaran ini jangan hanya digunakan untuk mematahi pegawai negeri saja.
"Saya pikir, Bawaslu mulai ikut bermain politik. Muara ini jelas nampak terlihat, kerja Bawaslu seakan-akan dapat pesanan politik dari oknum paslon atau times paslon yang numpang tenar dan agar mendapat simpati masyakat, dengan menyelipkan paket brosur paslon di paket bansos milik pemerintah kabupaten serta provinsi," ucap Razak (53) salah seorang Pemuka Masyarakat Kecamatan Bunut.
Apalagi salah satu famili anggota Bawaslu sendiri ikut bertanding pada pilihan kepala daerah kali ini.
Lanjut Razak, mengulang statement terkait Bawaslu, dari cara yang dilakukan pihak Bawaslu, masyarakat patut menduga bahwa pihak Bawaslu Kabupaten Pelalawan mendapat "pesan" khusus dari Paslon yang numpang tenar dan simpati masyarakat lewat bansos.
"Wajibnya, isi video itu yang dilakukan pendalaman pihak Bawaslu, Yang krusialkan isi vidio tersebut. Bahkan kalau bisa masyarakat yang memvidio tersebut perlu diberikan reward atau apresiasi karena telah melakukan kontrol sosial agar pilkada berjalan sesuai aturan. Dan maksud masyarakat ini dapat dibaca secara positif agar pilkada dapat dihindari dari perbuatan curang. Bawaslu bukan menyoal siapa yang mempediviokan tersebut. Sebab pokok permasalahan adanya perbuatan yang tidak patut dilakukan timses atau paslon," jelasnya lagi.
Sebelumnya, Bupati Pelalawan HM Harris, saat menyerahkan BLT-DD di Kecamatan Pelalawan, beberapa pekan belakangan telah mengingatkan masyarakatnya, bahwa bantuan sosial yang berasal dari pemerintah daerah dan provinsi bukan berasal dari Paslon tertentu.
"Masyarakat jangan mudah percaya dengan berita hoax. Saya pastikan bansos berasal dari pemerintah bukan dari salah satu Paslon,"tutupnya.
Sampai berita ini naik, pihak media belum berhasil mengkonfirmasi pihak Bawaslu Kabupaten Pelalawan guna didengar keterangannya atas tudingan masyarakat. (R09)