Pompeo 'Menggoda' Indonesia, Janji Akan Hadirkan Banyak Investor, Ada Maunya?

Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:04:18 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi./sumber Foto: kementerian luarnegeri/kompas.com

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan akan berupaya mendatangkan lebih banyak investasi dari AS ke Indonesia. 

Hal itu disampaikan Pompeo dalam konferensi pers virtual setelah bertemu dengan Menlu RI Retno Marsudi, di Jakarta, Kamis (29/10/2020). 

“Kami setuju dua negara dengan skala dan ukuran ekonomi sebesar kami seharusnya melakukan lebih banyak perdagangan,” ujar Pompeo, Kamis. 

“Seharusnya ada lebih banyak investasi di Indonesia dari Amerika Serikat, terutama di bidang digital, energi, dan infrastruktur. Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu mewujudkan itu,” tutur dia.   

Menurutnya, Chief Executive Officer (CEO) United States International Development Finance Corporation (IDFC) telah terlibat dalam pembicaraan terkait hal tersebut. 

Pompeo menuturkan, pihaknya siap untuk mempromosikan kepada pihak swasta agar berinvestasi di Indonesia. 

“Kami siap untuk menggunakan alat-alat untuk mempromosikan investasi pihak swasta yang dapat mendukung rencana Presiden Jokowi menggelontorkan 327 miliar dollar AS untuk lebih dari 250 proyek infrastruktur,” tutur dia. 

Pompeo menilai dibutuhkan insentif atau dorongan yang tepat bagi pihak swasta agar mau terlibat. 

Dalam pandangannya, agenda reformasi Indonesia telah memberikan kontribusi terkait hal tersebut. 

Pompeo berharap Indonesia terus berupaya memberantas korupsi dan meningkatkan transparansi. 

Dalam kesempatan yang sama, Menlu Retno Marsudi juga telah menyinggung soal investasi dari pelaku bisnis asal AS. 
Retno mendorong pelaku bisnis asal AS untuk berinvestasi di Indonesia. 

“Saya mendorong perusahaan Amerika Serikat untuk berinvestasi lebih banyak di Indonesia, termasuk dalam proyek di pulau terluar Indonesia, seperti Pulau Natuna,” ucap Retno. 

Selain itu, kedua menteri juga sepakat untuk mempromosikan kerja sama dalam sektor kesehatan. 

Dalam topik tersebut, Indonesia sekaligus berterima kasih kepada pemerintah AS atas kerja sama selama pandemi Covid-19, termasuk pemberian 1.000 ventilator. 

“Saya juga menekankan pentingnya membangun ketahanan kesehatan secara nasional dan regional, di mana Amerika Serikat dapat memainkan peran penting untuk mendukung upaya tersebut,” katanya.

Adapun kedatangan Pompeo ke Indonesia untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RI Retno Marsudi. 

Pompeo juga dikabarkan akan hadir dalam Forum Gerakan Pemuda Ansor mengenai dialog agama dan peradaban. 

Selain bertemu dengan Retno, Pompeo dalam akun Twitter-nya juga menyatakan akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Apresiasi Indonesia Soal Laut China Selatan

Amerika Serikat (AS) menolak klaim pemerintah China atas Laut China Selatan. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam konferensi pers bersama Menlu RI Retno Marsudi, Kamis (29/10/2020).

“Negara kami yang taat hukum menolak klaim tak berdasarkan hukum Partai Komunis China atas Laut China Selatan,” kata Pompeo dalam konferensi pers secara virtual.

Menurut Pompeo, Indonesia telah menunjukkan keberanian mengenai isu tersebut di Asia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menambahkan bahwa pihaknya mendukung Indonesia dalam isu tersebut.

“Itu adalah isu yang patut diperjuangkan dalam pengaturan multilateral dan pemerintahan Trump saat mendukung ini,” ucapnya.

Pompeo juga mencontohkan perjuangan Indonesia menjaga kedaulatan maritimnya di Laut Natuna Utara.

Amerika Serikat pun menantikan kerja sama dengan Indonesia dalam hal memastikan keamanan salah satu jalur perdagangan tersibuk itu.(R04)

Sumber Berita: kompas.com
 

Terkini