Soal Vaksinasi Covid-19, Jokowi: Kalau Sudah Diputuskan Presiden Yang Pertama, Saya Siap!

Selasa, 17 November 2020 | 04:26:29 WIB
Tankapan layar Presiden Joko Widodo pada Dialog Rosi yang dipandu Rosiana Silalahi di Kompas Tv.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Presiden Joko Widodo mengungkapkan kalau dirinya siap untuk menjadi yang pertama menerima suntikan vaksin Covid-19. 

Hal tersebut diungkapkannya saat dialog Rosi di Kompas TV yang dipandu jurnalis senior, Rosiana Silalahi.

Presiden Jokowi mengungkapkan, ''Kalau nanti diputuskan bahwa yang pertama disuntik,  Presiden, ya saya siap,'' ungkap Jokowi dalam acara yang dilaksanakan Senin (16/11/2020) malam tadi yang mengambil tema: Jokowi Dikepung Kritik'' 

Namun, untuk itu, dijelaskan Jokowi, bukan dia yang memutuskan. Melainkan  tim.

Dia juga menjelaskan mengapa harus seperti itu, mengingat dia tidak ingin kelak keputusan yang dibuat  bermasalah. 

''Jangan sampai nanti Presiden yang  pertama justru itu lho. Enak sekali presiden yang pertama, harusnya rakyat dulu, jangan seperti itu'' kata dia.

Jadi, kata dia,  terserah tim saja, ''Kalau tim menyampaikan presiden yang pertama, yang disuntik ya saya siap,'' kata dia. 

Dalam kesempatan itu, Rosi juga sempat mengkritik beberapa hal yang berkaitan dengan pemberian vaksin yang menurutnya mundur dari jadwal. 

Jokowi juga mengungkapkan kalau hal tersebut tidaklah benar.

''Ini penting sekali, kita berharap di akhir november vaksin itu sudah datang. Jumlahnya saya tidak bicara.  Sudah datang akhir november,'' kata dia.

Lanjut Presiden, setelah datang, vaksin yang didatangkan juga harus melalui lagi tahapan-tahapan di BPPOM. Waktunya lebih kurang 3 minggu sampai 1 bulan. Sehingga vaksin itu baru bisa disuntikkan kurang lebih akhir tahun atau awal tahun,'' ungkap Jokowi.

''Dan sampai sekarang progresnya masih baik,'' lanjut Jokowi lagi kepada Rosi. 

Namun begitu, selain mendatangkan vaksin, Jokowi juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dengan tetap memperhatikan tahapan-tahapan yang disampaikan WHO maupun BP POM.

Vaksin datang itu kurang lebih nanti diakhir November. ''Tapi tetap kita harus hati-hati, tetap harus melalui tahapan-tahapan di BPPOM,'' kata dia. 

Tahapan itu, lanjutnya, Pertama: kita juga harus mengikuti standard WHO. Vaksin yang kita beli harus masuk dalam listnya WHO.

Kedua: Yang disuntik nantikan umur 18 sampai 59 ini juga sesuai dengan  standar WHO nya juga harus diikuti. Saya tidak bicara vaksin dari produk siapa. Tapi standar WHO  ini yang harus kita jalani.

Ketiga:  sekali lagi harus hati-hati betul dengan vaksinasi ini. ''Hati -hati,  kita tidak mau tergesa-gesa. Kita harus melalui tahapan-tahapan sesuai dengan standard WHO, sesuai dengan kaidah-kaidah scientific,'' ungkap dia lagi.(R04)

Terkini