Daerah Penghasil Minyak Ini Alami Krisis Keuangan

Senin, 29 Februari 2016 | 15:50:19 WIB

SIAK SRI INDRAPURA (RIAUSKY.COM) - Asisten II Sekdakab Siak DR Syafrilenti yang membidangi masalah perekonomian dan Pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak mengaku sangat prihatin melihat kondisi daerah yang saat ini semakin terpuruk dan ini luar biasa melebih dari krisis sebelumnya.

 
Menurutnya, akibat  harga minyak anjlok membuat daerah pengasil minyak menjadi miskin. Lihat saja, dari APBD Kabupaten Siak tahun 2015 mencapai Rp3,8 triliun kini tinggal Rp1 triliun lebih saja lagi.
 
Dia mengatakan, tahun 2015 lalu, kalau kita tidak mengunakan dana DAK, kemungkinan Pemda siak bisa terutang dengan rekanan kontraktor seperti Kabupaten Meranti.
 
“Untung ada DAK yang tidak dipakai tersebut bisa digunakan oleh Pemda Siak setelah dilakukan koordinasi dengan pihak BPK,” ujarnya.
 
Lebih lanjut Asisten 2 tersebut mengatakan, agar kita tidak bergantung dengan dana DBH saja,sudah saat ini semua potensi yang mengasilkan untuk PAD harus digali oleh masing masing dinas dan Desa yang ada di Kabupaten Siak ini.
 
Syafrilenti menceritakan, kalau harga minyak terus turun, PT BSP yang mengasilkan PAD Kabupaten Siak yang cukup tinggi bisa  tutup, namun ia berharap harga minyak dunia agar bisa pulih kembali.
 
Dana Desa Tidak Berkurang
Sementara untuk ADD tidak ada masalah, karena itu Kampung yang ada di wilayah Kabupaten Siak wajib bersukur.
 
Dia mengatakan, tahun 2016 ini dana yang dialokasikan ke setiap Kampung bisa mencapai Rp5 miliar per Kampung dan ini harus digunakan dengan sebaik-baiknya.
 
Syafrilenti minta setiap Kampung yang akan mengunakan dana tersebut harus ada perkiraan dalam melakukan pembangunan dan tidak asal membuat bangunan.
 
Gunakan dana tersebut yang bisa mengasilan bagi Kas Kampung seperti membangun Ruko dan usaha lainnya, untuk infrastruktur agar bisa dikurangi dahulu. (R08)

Terkini