Beda dengan Sinovac, Jarak Suntik Vaksin AstraZeneca 8-12 Minggu, Lama Banget Ya..?

Sabtu, 20 Maret 2021 | 04:10:58 WIB
Ilustrasi vaksin Astra Zaneca.


JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Vaksin  AstraZeneca segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat paling lambat Senin 22 Maret 2021. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperbolehkan vaksin asal Inggris tersebut digunakan dalam program vaksinasi nasional.

Sebelumnya, Kemenkes menunda sementara pendistribusian Vaksin AstraZeneca karena adanya laporan dugaan kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI). 

Namun, BPOM dengan tegas mengatakan bahwa Vaksin AstraZeneca tidak terkait dengan laporan pembekuan darah.

Di sisi lain, BPOM menerangkan bahwa penggunaan Vaksin AstraZeneca sedikit berbeda dengan Vaksin Sinovac yang sudah dipakai lebih dulu. Hal itu dinilai dari jarak waktu penyuntikan dosis pertama ke dosis kedua.

Ya, pada Vaksin Sinovac interval waktunya pada kelompok usia 18–59 tahun adalah 14 hari. Sedangkan untuk kelompok usia 60 dan lebih tua, pemberian vaksin dari dosis pertama ke dosis kedua berjarak 28 hari.

Sementara Vaksin AstraZenecamempunyai interval yang lebih panjang yaitu 8 hingga 12 minggu untuk semua kelompok penerima.

"Berdasarkan hasil uji klinis, Vaksin AstraZeneca dengan interval dosis vaksin 8 hingga 12 minggu pada total 23.745 subjek dinyatakan aman dan dapat ditoleransi dengan baik," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 BPOM Lucia Rizka Andalusia dalam konfrensi pers virtual, Jumat (19/3/2021).

Vaksin AstraZeneca ini, lanjut dia, terbukti merangsang pembentukan antibodi sesuai yang diharapkan. Pada usia dewasa, rerata titer antibodi setelah dosis kedua 32 kali, sedangkan lansia di atas 60 tahun yaitu 21 kali.

Terkait efek samping, paling sering dilaporkan adalah reaksi lokal seperti nyeri saat ditekan, panas, kemerahan, gatal, dan pembengkakan. Selain itu, laporan reaksi sistemik juga ada yakni kelelahan, sakit kepala, malaise, panas, meriang, dan nyeri sendi.

"Terkait efikasi dengan dua dosis standar yang dihitung 15 hari dosis kedua hingga pemantauan sekitar dua bulan menunjukkan efikasi sebesar 62,1 persen. Hasil tersebut sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) dengan angka minimalnya 50 persen," ungkapnya.(R02)

Terkini