Jokowi Ungkap Semenjak 400 Tahun Lalu, Indonesia Menjadi Pengirim Bahan Mentah, ''Stop...Kita Tak Dapat Apa-apa...''

Selasa, 01 Maret 2022 | 12:22:44 WIB
Presiden Joko Widodo

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- `1yang tidak lagi sekedar mengandalkan ekspor bahan mentah, namun pada ekspor barang setengah jadi atau barang jadi. Hal ini disampaikan Kepala Negara saat memberi pembekalan di Rapim TNI - Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (01/03/2022). 

"Sejak zaman VOC, 400 tahun yang lalu, kita mengirim bahan mentah, sampai sekarang juga mentah. Itu harus kita stop, stop. Kita tidak dapat apa-apa," tegas Presiden dalam pembekalannya. 

Presiden menjelaskan, bahwa sejak 400 tahun lalu, Indonesia hanya mengandalkan penjualan bahan-bahan mentah, baik komoditas tambang, hingga pertanian dan perkebunan.  Menurut Presiden, penjualan bahan mentah tidak menghasilkan nilai tambah bagi Negara, termasuk pada penciptaan lapangan kerja dari industrialisasi, bea keluar, PPN, hingga Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

Karenanya, Presiden Jokowi memerintahkan untuk menghentikan ekspor nikel sejaka tahun 2020 lalu. Lalu di tahun ini Indonesia juga berencana untuk menghentikan ekspor bauksit. 

Presiden Jokowi mengakui, rencana kebijakan larangan ekspor bahan mentah seperti bauksit akan berpotensi mendapat sanksi dari Uni Eropa. Namun, langkah tersebut diperlukan agar Indonesia bisa mendapatkan nilai tambah melalui pengolahan bahan mentah, seprti nikel, bauksit, dan tembaga. 

"Ini yang namanya transformasi ekonomi. Nikel dulu, meskipun kita masih dibawah WTO, digugat oleh Uni Eropa. Kalau kita tidak berani mencoba seperti itum tidak berani melakukan seperti itu, sampai kapanpun yang kita kirim hanya bahan mentah," tutur Presiden. 

Transformasi ekonomi melalui industrialisasi menurut Presiden Jokowi dilakukan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada sektor konsumsi yang berkontribusi sebesar 56-58 persen. (R02)

Sumber Berita: rri.co.id

Terkini