Ketika Danau Khayangan Rumbai Jadi Lautan Pesepeda, Begini Penampakannya...

Senin, 21 Maret 2022 | 02:58:12 WIB
Komunitas sepeda dari penjuru Riau dan beberapa provinsi di Sumatera ikut ambil bagian di Fun Adventure Lintas Komunitas MTB yang dilaksanakan di Danau Khayangan.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Bersepeda kini bukan hanya sebatas olahraga. Bersepeda kini adalah trend, kebutuhan.

Karena itulah, tak heran bila untuk memenuhi trend dan gaya hidup, orang-orang yang mencintai sepeda akan berjuang habis-habisan. Bukan cuma uang, namun juga waktu dan tenaga. 

''Yang penting bersepeda''.

Hal tersebut juga yang tercermin dari pelaksanaan Fun Adventure I Lintas Komunitas MTB yang dilaksanakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan sejumlah sponsor pada acara yang dilaksanakan di Danau Khayangan, Rumbai Pekanbaru, Minggu (20/3/2022).

Demi memenuhi hasrat bersepeda, ribuan goweser. tak peduli tua-muda, maupun anak-anak tumpah ruah memenuhi lokasi wisata yang ada di Pekanbaru itu.

Di sepanjang ruas jalan menuju Danau Khayangan atau yang lazim dikenal sebagai Danau Buatan itu, ratusan bahkan ribuah kendaraan bermotor, mulai dari mobil hingga sepeda motor terparkir lengkap atribut sepeda di dalam maupun di atasnya.

Jangan berharap akan dapat dengan mudah masuk ke area wisata itu pada Minggu kemarin. Karena, sepanjang jalan tersebut telah menjadi 'milik' para pesepeda.

Yang lebih membuat haru biru tentunya bukan mobil yang sedang berjejer di sepanjang jalan lokasi wisata itu, namun juga tentu saja sepeda-sepeda aneka jenis, kemanfaatan yang siap ''bertarung'' menghadapi medan berat MTB di Danau Khayangan yang ternyata cukup ekstrim dan menantang. 

Peserta antusias mengikuti Fun Adventure.

Riausky sendiri sempat merasa 'surprise' demi melihat Danau Khayangan berubah menjadi lautan sepeda.

''Hai.. kami dari Bukittinggi... Kami dari Rengat... Kami dari Duri...'' ungkap para pemilik sepeda penuh semangat pada acara yang konon baru pertama sekali dilaksanakan di Riau itu. 

Tak hanya dari kalangan masyarakat awam, banyak juga para pesepeda ini berasal dari komunitas dan klub sepeda perusahaan maupun lingkungan tempat tinggal. 

Ada yang berasal dari Bank Mandiri, Pegadaian, BNI, BRI, Bank Riau Kepri, Bank Nagari, Chevron, RAPP,  Wadiagraha, Tampan Gowes Community (Tampan), komunitas sepeda TNI Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan sejumlah komunitas lainnya yang jumlahnya mencapai ratusan. 

Para pesepeda atau yang biasa dikenal dengan para goweser ini bukan hanya dari Kota Pekanbaru, bukan pula  hanya dari Riau. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah di Sumatera. 

Ada yang berasal dari Bungo, Jambi, Kota Padang dan Solok, bahkan Pariaman, juga daerah-daerah lainnya.

Ada yang menggunakan mobil, ada juga yang memang menggunakan sepeda sepeda  berhari-hari untuk bisa sampai ke Kota Pekanbaru, guna 'kumpul' sesama pesepeda. 

Yang berasal dari Riau pun tentunya tak hanya didominasi warga Pekanbaru, namun juga dari beberapa kabupaten kota yang juga butuh waktu berjam-jam untuk menuju ke lokasi acara. 

Ada yang berasal dari Tembilahan, Rengat, Bagansiapiapi, Petapahan Kampar, Pangkalan Kuras, Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Dumai, Duri, Bengkalis, Kota Siak, Rokan Hulu.

''Pokoknya, kalau untuk panggilan bersepeda ini. Walau hanya berselang sehari mendapat informasi, kita pasti akan pergi,'' ungkap salah seorang peserta dari Siak. 

Tentunya, para goweser MTB yang identik dengan medan berat ini tak hanya didominasi kaum adam. Namun juga banyak diikuti kaum hawa. 

Karena itu, tak heran, di antara ribuan peserta Fun Adventure yang dilaksanakan Komunitas MTB  ini, dapat terlihat sangat banyak kaum hawa.

Dengan aneka warna warni seragam komunitas yang digunakan, para kaum hawa juga terlihat tak hendak kalah agresif dibandingkan  dengan kaum pria. 

''Gowes kali ini mantap. Luar biasa. Kalau dilaksanakan lagi, kita akan ikut lagi,'' ungkap Riri, salah seorang goweser asal Inhu yang ikut ambil bagian pada iven ini. 

Bayu Ramadhan Surono, Ketua Penyelenggara iven Fun Adventure Lintas Komunitas MTB I menyebutkan, totalnya yang ikut ambil bagian sebanyak 1.500-an peserta. 

''Ini sebenarnya sudah sangat kita batasi. Tadinya ada sebanyak 3.000-an orang yang mau ikut ambil bagian. Tapi kita mempertimbangkan lokasi dan situasi dimana saat ini masih pandemi Covid-19. Sehingga dibatasi, hanya 1.500-an peserta saja,'' ungkap dia.

Namun begitu, dari pantaun di lapangan, ternyata banyak juga pesepeda-pesepeda lepas yang memanfaatkan momen akhir pekan untuk berolahraga sepeda mengelilingi Danau Khayangan. 

Bahkan, tak hanya mengenakan sepeda MTB, namun ada juga yang mengenakan sepeda Onthel, bahkan jenis-jenis Brompton yang sempat 'ngehits' beberapa tahun lalu. (R02)

Terkini