Menuju Pekanbaru Kota Megapolitan PEKANSIKAWAN

Kamis, 07 April 2022 | 10:34:29 WIB
Perkembangan Kota Pekanbaru yang kian menunjukkan kemajuan yang luar biasa.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dalam 10 tahun kepemimpinan pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi, banyak kemajuan  yang dialami Kota Pekanbaru. 

Bukan saja secara fisik, berupa perkembangan Kota Pekanbaru yang kini telah berubah menjadi Kota Metropolitan dan menjadi tumpuan hidup bagi jutaan penduduknya.

Pekanbaru juga kini telah bertumbuh menjadi salah satu kota yang disegani karena aneka keberhasilan pembangunan yang kini telah dinikmati warganya sebagai proses dari membangun secara berkelanjutan.

Kemajuan tersebut tak hanya menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat Kota Pekanbaru, namun juga wilayah-wilayah satelit yang selama ini menjadi kawasan penyokong.

Melihat sisi strategis keberadaan Kota Pekanbaru, sekaligus dalam rangka keberlanjutan pembangunan, maka Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus MT pun membangun entitas kawasan baru yang dinamakan Metropolitan PEKANSIKAWAN (Pekanbaru, Siak, Kampar, Pelalawan).

Wali Kota Pekanbaru Firdaus, dalam kurun waktu tak lama lagi, Kota Pekanbaru akan sampai pada titik jenuhnya. Dimana, akan sulit mencari pengembangan kawasan baru di tengah masyarakat. 

Keberadaan kawasan-kawasan penyangga di sekitar Pekanbaru lah, yang oleh Wali Kota Pekabaru, Firdaus dianggap sebagai penyokong Pekanbaru menuju kawasan Megapolitan, layaknya kota-kota seperti Jabodetabek Punjur dan 20 kawasan metropolitan baru lainnya di Tanah Air. 

Visi ke depan yang menggambarkan tentang Kota Pekanbaru tersebut tentunya bukan sebatas angan-angan. Karena, secara riil, daya dukung yang diberikan oleh Pekanbaru untuk kawasan PEKANSIKAWAN maupun sebaliknya, sangat memungkinkan.

Posisi Pekanbaru yang berada di pusat pemerintahan Provinsi Riau dan kawasan di Sumatera menjadikan Pekanbaru sebagai sentra aktivitas publik yang nyaris tiada henti selama 24 jam setiap harinya. 

Bahkan, Wali Kota Pekanbaru mengungkapkan fakta yang juga cukup mengejutkan, dimana, jumlah populasi penduduk Pekanbaru antara siang dan malam sangat berbeda jauh.

'"Pada siang hari, penduduk Pekanbaru berjumlah berkisar 1,4 juta jiwa. Namun, pada malam hari, penduduk Pekanbaru berjumlah sebanyak 1,1 juta jiwa,'' ungkap Wali Kota Firdaus dalam penjelasannya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Artinya, sebut Firdaus, yang mencari hidup di Kota Pekanbaru tidak hanya warga yang memiliki KTP Kota Pekanbaru, namun juga warga dari kabupaten kota lainnya di sekitar Pekanbaru.

Selain itu, Firdaus juga menggambarkan indeks pertambahan jumlah penduduk Pekanbaru yang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan secara signifikan, dikarenakan tingginya jumlah migrasi dari daerah-daerah bukan saja di sekitaran Pekanbaru, namun juga hingga ke provinsi-provinsi di sekitar Riau.

Hal tersebutlah, yang menurut Firdaus  mengharuskan kepala daerah yang memimpin Pekanbaru untuk melihat pembangunan Pekanbaru bukan semata sebagai Kota Pekanbaru, namun juga sebagai ibu kota Provinsi Riau dan pusat aktivitas publik. 

Cepatnya pertumbuhan Kota Pekanbaru, dari 700 ribu jiwa pada awal 2012, menjadi sebanyak 1,1 juta jiwa pada tahun 2016 menyebabkan Wali Kota Pekanbaru semenjak awal periode kedua kepemimpinannya terus menggelorakan visi  Metropolitan PEKANSIKAWAN.

Pekanbaru tidak mungkin hanya berdiri sendiri, namun juga memerlukan dukungan dari daerah-daerah di sekitarnya. Karena itulah, sinergi antar pemerintah terus digelindingkan Wali Kota Pekanbaru Firdaus bersama pemerintah daerah di PEKANSIKAWAN. 

Bentuk sinergi itu, disebutkan Firdaus, secara perlahan namun pasti akhirnya terbentuk bukan dikarenakan semata program pembangunan yang digulirkan pemerintah, namun juga sebagai bentuk dari kebutuhan bersama di kawasan Metropolitan PEKANSIKAWAN.(R06)

*)
 

Terkini