Masjid Paripurna Pekanbaru Sebagai Perwujudan Pekanbaru Metropolitan Madani

Senin, 18 April 2022 | 10:16:15 WIB
Wali Kota Pekanbaru Firdaus saat memberi sambutan pada peresmian Masjid Paripurna Agung Al Firdaus Bantar Raya Tenayan.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Sebagai bentuk pengimplementasian visi Kota Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan Madani, maupun Smart City Madani, Pemerintah Kota Pekanbaru menjadikan masjid sebagai salah satu pusat perdaban. 

Bukan saja sebagai sarana peribadatan, namun juga menjadi wadah untuk pemberdayaan, peningkatan kualitas ummat maupun melalui sarana  pendidikan, membangkitkan perekonomian masyarakat  melalui koperasi, Kepemudaan maupun  unit pemberdayaan ekonomi lainnya.

Masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat orang melaksanakan salat, melakukan pengajian, namun juga menjadi pusat pembinaan masyarakat menuju negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Karena itulah, kehadiran masjid  dijadikan salah satu program strategis yang dibina oleh Pemko Pekanbaru, mulai dari aspek penyelenggaraan kegiatannya, prasarana penunjangnya, kelengkapan sarana dan prasarana, termasuk juga dalam hal manajemen pengelolaan masjid secara berkelanjutan. 

Masjid-masjid tersebut awalnya hanya ada beberapa buah saja, dipilih berdasarkan kesiapan dalam menjalankan program-program yang sesuai dengan visi Wali Kota Pekanbaru. Hingga kemudian berkembang menjadi demikian banyak dan ragam aktivitas pemberdayaan.

Dari masjid-masjid besar di tingkat kecamatan, hingga kemudian saat ini, Masjid-masjid di tingkat kelurahan. 

Masjid-masjid itulah yang kemudian dikenal dengan Masjid Paripurna. 

Wali Kota Pekanbaru saat melantik pengurus Masjid Paripurna se Kota Pekanbaru.

Mengacu pada Peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor 16 Tahun 2017 yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 2 Tahun 2016 tentang Masjid Paripurna, maka Masjid Paripurna adalah Bangunan tempat ibadah umat Islam yang dipergunakan untuk ibadah Mahdhah (khusus), maupun ibadah ghairu Mahdhah (Ibadah secara umum) yang mempunyai kelengkapan sarana dan prasarana dalam kegiatan Idrarah, Imarah dan Ri'ayah  serta dikelola dengan manajemen yang baik dan dapat dijadikan contoh dalam pengelolaan manajemen masjid.

Masjid paripurna adalah merupakan salah satu masjid di setiap kecamatan di Kota Pekanbaru yang dipilih dan ditetapkan sebagai masjid percontohan. 

Pemerintah Kota Pekanbaru sudah punya komitmen untuk menyediakan anggaran yang cukup memadai untuk masjid tersebut. 

Selain untuk keperluan fisik bangunan, anggaran juga disediakan untuk keperluan biaya operasional masjid seperti mengangkat para imam yang defenitif, sehingga para imam tersebut dapat secara kontinyu mengayomi jamaahnya. 

Pada awalnya, Masjid paripurna memang diinisiasi dan dibina  oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Namun, dalam jangka panjang, masjid-masjid ini diharapkan bisa berdiri mandiri sesuai dengan kerangka awal kehadirannya.

Hal tersebut setidaknya juga diungkapkan Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus ST, MT saat melaksanakan Salat Jumat perdana di Masjid Agung Paripurna Al Firdaus di Bandar Raya Tenayan.

Dengan unit-unit pemberdayaan yang dikelolanya, seperti sarana pendidikan, UMKM dan koperasi,  diharapkan ke depan, masjid Paripurna bisa berdiri secara mandiri. 

Saat ini, total jumlah masjid Paripurna di Kota Pekanbaru ada sebanyak 99 masjid, masing-masing adalah 2 Masjid Paripurna tingkat Kota Pekanbaru, 15 Masjid Paripurna Tingkat Kecamatan serta 83 masjid paripurna tingkat kelurahan yang  tersebar di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. 

Masjid-masjid ini dipimpin oleh Badan Pengelola, Badan Pengawas,  yang akan menjadi penanggung jawab dalam menjalankan aktivitas sebagai masjid paripurna, juga para mufti yang beran memberikan fatwa  serta konsultan keagamaan, sosial kemasyarakatan, juga imam-imam besar.

Mereka-mereka yang ditunjuk ini akan berperan melaksanakan tiga tugas utama, yakni melakukan penatalaksanaan administrasi, organisasi dan manajemen pengelolaan masjid, meramaikan dan memakmurkan masjid melalui kegiatan keagamaan maupun kemasyarakatan, juga memelihara dan merawat sarana dan prasarana dan seluruh aset yang dimiliki masjid untuk bisa menjadikan masjid sebagai tempat yang aman, nyaman, indah, bersih dan tertib.  

Perwujudan Masyarakat Madani

Kelahiran Masjid Paripurna tidak terlepas dari visi Wali Kota-Wakil Wali Kota Pekanbaru Firdaus-Ayat dalam mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai kota Metropolitan Madani.

Masyarakat madani, dijelaskan Firdaus, adalah Madani berarti Kota Pekanbaru merupakan kota yang berisikan masyarakat agamis dan berperadaban, berkualitas dan berkemajuan.

Masjid Paripurna Al Firdaus di Tenayan Raya menjadi ikon dari pengelolaan masjid paripurna  yang akan menjadi pusat aktivitas Islamic Center Pekanbaru.

Dengan penamaan Madani ini, Walikota Pekanbaru, Firdaus ST MT ingin memperjelas visi dari pembangunan Kota Pekanbaru yang fokus pada pengembangan di sektor kualitas SDM, antara lain melalui bidang keagamaan dan pendidikan.

Firdaus juga menjelaskan, bahwa untuk mencapai visi Madani ini, tentunya adalah sebuah proses panjang, dimana dia akan terlihat dari kualitas sumber daya manusia Kota Pekanbaru ke depan. 

''Apakah Madani ini sudah tercapai? saya mengatakan belum, karena dia adalah sebuah proses yang akan tercermin dari majah Pekanbaru ke depan,'' ungkap dia kepada wartawan pada awal Maret 2022 lalu. 

Karena itulah, selain melalui sarana umum, seperti peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan masyarakat yang semakin mudah dan cepat, pemberdayaan ekonomi melalui koperasi dan UMKM, penyediaan sarana kesehatan yang memadai, sarana transportasi penunjang mobilitas publik, Firdaus mengungkapkan kehadiran Masjid Paripurna menjadi salah satu dari identitas pencapaian visi Pekanbaru Smart City Madani.

Saat meresmikan Masjid Agung Al Firdaus, Wali Kota Pekanbaru Firdaus juga menjelaskan bagaimana visi dari Masjid Paripurna yang ingin dia capai, apalagi dengan skala bangunannya yang demikian besar dan berada di lahan yang luas. 

Masjid tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi bagian Islamic Centre. Keberadaan masjid paripurna agung ini tidak hanya untuk beribadah.

Masjid tersebut juga menjadi lokasi pengembangan pendidikan agama bagi generasi muda. "Ada juga nanti berdiri lembaga pendidikan dari PAUD hingga SMP, jadi ada pendidikan Islam terpadu di kawasan Islamic Centre nantinya," ulasnya.

Masjid tersebut punya ukuran yang sangat besar sehingga bisa menampung jamaah hingga sepuluh ribu orang. Ia menyebut bahwa islamic Centre nantinya juga bisa menjadi pusat ekonomi.

Wali Kota mengatakan bahwa masjid paripurna ini juga menjadi penggerak ekonomi produktif untuk menggeliatkan UMKM dan industri rumah tangga dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

Ia pun mendorong pengelolaan masjid paripurna lebih mandiri. Ada di antara masjid paripurna sudah mandiri.

"Tapi ada juga yang masih mendapat dukungan pemerintah kota, maka kita bimbing perlahan agar bisa menjadi masjid paripurna yang lebih mandiri," jelasnya.

Kawasan Islamic Centre di Tenayan Raya juga menjadi lokasi pengembangan ilmu Quran. Ada kelompok tahfizh yang tergabung dalam Quran Centre. Keberadaan Quran Centre ini untuk menanamkan nilai Al Quran kepada anak-anak sejak dini dan bagi generasi muda.(R06)

Terkini