Alih Kelola Blok CPP 9 Agustus, Bupati Alfedri Berharap Menteri ESDM Hadir di Riau

Rabu, 27 Juli 2022 | 17:08:32 WIB
Bupati Siak Alfedri saat mendatangi Kementerian ESDM di Jakarta.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)– Bupati Siak Alfedri mengundang Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif untuk datang ke Pekanbaru saat alih kelola Blok Coastal Plains Pekanbaru (CPP) dari Pertamina Hulu Energi (PHE) kepada PT Bumi Siak Pusako (BSP).

Hal tersebut diungkapkan Bupati Siak Alfedri selepas bertemu Menteri ESDM Arifin Tasrif di Jakarta.

“Hari ini kita menemui pak Menteri Arifin mengundang langsung untuk datang dan meresmikan alih Kelola Blok CPP kepada PT. Bumi Siak Pusako yang akan berlangsung di Pekanbaru, Riau 9 Agustus mendatang, ungkap Bupati Alfedri, di Jakarta, Selasa (26/7/2022).

Pemerintah memiliki harapan besar, jika pengelolaan Blok CPP di serahkan ke daerah, pertama membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan daerah serta berdampak bagi pertumbuhan ekonomi, pembangunan, sdm masyarakat di daerah.

”Semoga Tasyakuran nanti berjalan berjalan lancar, ini semua demi masyarakat Kabupaten Siak, dengan Alih Kelola tentu PT. BSP bisa menyerap tenaga kerja lokal, sesuai dengan keahlianya. Dengan alih kelola ini banyak putra daerah kita mengambil mata kuliah perminyakan baik mandiri maupun beasiswa,” papar Alfedri.

Seperti diketahui, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau melalui PT Bumi Siak Pusako tahun ini akan mengelola 100 persen blok minyak dan gas bumi Coastal Plains and Pekanbaru atau CPP menggantikan Pertamina Hulu Energi terhitung 9 Agustus 2022 yang akan datang.

Sebelumnya, Blok CPP ini dikelola melalui skema Badan Operasi Bersama (BOB) antara Bumi Siak Pusako dan Pertamina Hulu Energi dengan pemegang interesting masing-masing sebesar 50 persen.

Alih kelola blok minyak ini rencananya akan dilakukan menggunakan skema gros split untuk jangka waktu 20 tahun.

Blok CPP memiliki luas area 9.866 kilometer persegi dengan produksi kumulatif mencapai 728 MMSTB, dengan cadangan Migas 56MMSTB, dan faktor recovery sebesar 37 persen. 

Dengan target performa 8.300 barel per hari (BPH) meningkat menjadi 9.000 BPH.(R08)

Terkini