PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menerima piagam penghargaan di ajang Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.
Di ALI 2022 ini, Kota Pekanbaru menempati peringkat 8 kategori Kota Terbaik atas Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah Tahun 2022.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia kepada Pj Walikota Pekanbaru Muflihun diwakili Kepala DPM-PTSP Akmal Khairi, bertempat di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Rabu (12/10).
Penyerahan penghargaan itu disaksikan secara langsung oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin didampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas.
"Alhamdulillah, untuk pertama kalinya sejak ALI ini ada, Kota Pekanbaru masuk nominasi atau 8 besar kota yang berkinerja baik dalam layanan investasi. Ini akan menjadi motivasi buat kita, lebih meningkatkan kinerja agar bisa menjadi yang terbaik ke depannya," ucap Akmal Khairi didampingi Sekretaris DPMP-TSP F Rudi Misdian dan jajaran, usai menerima penghargaan.
Pemberian penghargaan ALI 2022 sendiri didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh tim independen dari berbagai instansi, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Proses penilaian dilakukan dalam kurun waktu empat bulan.

Kepala daerah penerima penghargaan foto bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas dan Mendagri.
Terdapat sebanyak 17 kementerian/lembaga, 34 pemerintah provinsi, 416 kabupaten dan 98 kota yang mengikuti ALI 2022.
Adapun komponen penilaian terhadap penilaian kinerja PTSP adalah kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana kinerja dan implementasi OSS.
Sedangkan untuk penilaian kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) meliputi penerapan perizinan berusaha berbasis resiko, penyederhanaan persyaratan dasar perizinan berusaha dan peningkatan iklim investasi.
Pemberian penghargaan ALI 2022 ini dihdiri langsung oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, didampingi oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Melalui penyelenggaraan ALI 2022 ini, Wapres Ma’ruf Amin mengharapkan adanya tukar-menukar solusi antar pemangku kepentingan dalam menyelesaikan permasalahan pelayanan dan kemudahan investasi. Harapannya, seluruh pihak dapat saling belajar dan memperoleh praktik terbaik yang semakin efisien dan akuntabel.
"Pada kesempatan ini saya sampaikan selamat pada pemenang penghargaan ALI 2022. Saya yakini apa yang telah Bapak dan Ibu lakukan akan menjadi inspirasi dan acuan bagi Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah lainnya untuk lekas bebenah memberikan layanan investasi yg terbaik," ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Menteri Investasi yang juga Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia saat memberi sambutan.
Wapres Ma’ruf Amin juga memberikan apresiasi atas kerja keras Kementerian Investasi/BKPM yang telah berjuang mewujudkan keseimbangan investasi antara asing dan domestik, Jawa dan luar Jawa, kolaborasi usaha besar dan UMKM, serta keterlibatan tenaga kerja lokal dari setiap investasi yg dilakukan.
Dalam laporannya, Bahlil menyatakan, saat dilantik menjadi Menteri Investasi/Kepala BKPM, dirinya memperoleh arahan khusus dari Presiden dan Wakil Presiden untuk menciptakan pertumbuhan kawasan ekonomi baru.
Oleh karena itu, Kementerian Investasi/BKPM terus berkomitmen mendorong pemerataan investasi di Indonesia untuk mewujudkan pembangunan Indonesia sentris, bukan Jawa sentris.
Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa implementasi Undang-Undang Cipta Kerja (UU CK) saat ini sudah berjalan dengan baik, meskipun belum optimal. Bahlil juga mengungkapkan apresiasinya atas kerja keras dari para pimpinan Kementerian/Lembaga teknis serta pemerintah daerah yang telah melakukan percepatan perizinan berusaha serta turut berkontribusi dalam pencapaian realisasi investasi tahun 2022 ini.
"Pencapaian target Rp 1.200 triliun ini bukan kerja Menteri Investasi saja. Tapi kerjanya menteri menteri di kementerian sektoral, para gubernur, bupati, walikota, dan kepala-kepala DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) di daerah. Sekali lagi, ini bukan kerja Menteri Investasi saja," papar Bahlil.(Advertorial Pemko Pekanbaru)