Qori Asal Meranti Harumkan Riau di MTQ Nasional

Rabu, 26 Oktober 2022 | 10:57:10 WIB
Gusnanda, qori asal Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil mengharumkan nama Provinsi Riau pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIX tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

SELATPANJANG (RIAUSKY.COM)- Gusnanda, qori asal Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil mengharumkan nama Provinsi Riau pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIX tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Gusnanda berhasil meraih juara 3 Golongan Disabilitas Netra Putra. Saat tampil di semifinal, Gusnanda meraih nilai 94.00 di atas M Basri dari Jambi 93.67 dan Nunu Nugraha dari Jawa Barat dengan nilai yang sama. Sementara di final, Gusnanda meraih nilai hampir sempurna yakni 96.00.

Official pendamping kafilah di MTQ XL tingkat Provinsi Riau, H. Zulkhairil mengungkapkan rasa bangga karena Kepulauan Meranti dapat berkontribusi dengan mengirimkan putera-puteri daerah terbaik pada MTQ Nasional.

“Alhamdulillah. Ini bukti anak-anak kita berkualitas. Tak mudah masuk final di tingkat nasional,” ujarnya.

Dijelaskan mantan ketua LPTQ Kepulauan Meranti itu bahwa keberhasilan itu juga adalah buah dari pembinaan yang dilakukan selama ini.

“MTQ ini pesertanya tidak bisa instan, tetap melalui proses panjang pembinaannya dan baru kita nampak hasilnya. Mudah-mudahan di masa yang akan datang bermunculan qori dan qoriah dari Kepulauan Meranti yang berhasil di MTQ tingkat nasional,” harapnya.

Sementara itu, Gusnanda mengatakan dirinya merasa bangga atas prestasi yang telah telah diraihnya.

“Alhamdulillah saya berhasil di MTQ Nasional dan meraih terbaik tiga, mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik lagi,”ujarnya.

Untuk diketahui, para qori dan qoriah asal kota sagu yang mewakili Riau tersebut merupakan peserta yang telah meraih prestasi di MTQ XL Tingkat Provinsi Riau, pada Juli 2022 lalu.

Diberitakan sebelumnya, untuk mengikuti MTQ XL Provinsi Riau di Kabupaten Rokan Hilir, Kafilah MTQ Kabupaten Kepulauan Meranti diberangkatkan dari hasil donasi yang terkumpul sebanyak Rp41 juta.

Koordinator penggalangan donasi untuk kafilah MTQ, Sugianto mengungkapkan bahwa ide awal penggalangan dana tercetus saat Pemkab Kepulauan Meranti tidak memberangkatkan para kafilah untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Riau. Banyak pihak yang terlibat saat itu, mereka diantaranya Pemuda Pancasila, awak media, tokoh masyarakat dan pemuda serta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi.

“Penggalangan donasi muncul karena ada rasa kerisauan dan kami merasa terpanggil, kita melihat Pemkab Kepulauan Meranti tidak mengirimkan kafilah. Anggota Pemuda Pancasila, awak media, mahasiswa kami libatkan untuk menghimpun dana dan Alhamdulillah pengusaha dan warga non muslim pun berpartisipasi ikut membantu. Apa yang kami lakukan hanyalah untuk menjaga semangat para kafilah dan marwah negeri, semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat,” tuturnya dikutip dari dumaiposnews.com.

Dikatakan laki-laki yang biasa disapa Mas Tato, para qori dan qoriah terpaksa berangkat mandiri tanpa adanya dukungan biaya dari Pemkab Kepulauan Meranti.

“Padahal kemaren mereka yang mendaftarkan dan meminta waktu pendaftaran diperpanjang, namun mereka pula yang membatalkan keberangkatan. Untuk itu kami dari tokoh-tokoh masyarakat mengambil sikap untuk membantu dan mencarikan dana agar kafilah tetap bisa berangkat, kondisi seperti ini sudah kami antisipasi sejak awal penggalangan,” ujarnya.

“Padahal kemaren mereka yang mendaftarkan dan meminta waktu pendaftaran diperpanjang, namun mereka pula yang membatalkan keberangkatan. Untuk itu kami dari tokoh-tokoh masyarakat mengambil sikap untuk membantu dan mencarikan dana agar kafilah tetap bisa berangkat, kondisi seperti ini sudah kami antisipasi sejak awal penggalangan,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa jam jelang keberangkatan di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, pada Jumat (22/7/2022) sekira pukul 11:00 WIB, kafilah yang akan ikut ke MTQ Riau itu menjadi berkurang. Dari awal yang jumlahnya 23 orang yang terdiri dari 14 peserta dan 9 official, kini hanya menyisakan 10 orang yang terdiri dari 7 peserta dan 4 orang official.

Mas Tato menambahkan, dengan berkurangnya peserta, maka anggaran yang awalnya tidak cukup mengakomodir kebutuhan kafilah bisa dimaksimalkan.

“Dengan adanya peserta yang berkurang, anggaran yang ada menjadi cukup untuk mengakomodir semua kebutuhan kafilah. Setiap peserta kita bekali uang saku per orangnya sebesar Rp1,5 juta,” pungkasnya.(R10)

Terkini