Ciptakan Polisi Bersih, Polresta Pekanbaru Tes Urine Personil

Jumat, 01 April 2016 | 13:37:04 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Jajaran Polresta Pekanbaru terus berupaya membersihkan personilnya yang terlibat menggunakan narkoba. Untuk pembersihan ini, setiap anggota dilakukan tes urine secara rutin, yang dilakukan dengan sistem acak. Dari awal bulan Maret 2016 telah dilakukan selama lima kali.

 
Pada Rabu lalu, kembali dilakukan tes urine bagi personil penyidik dan penyelidik berjumlah sebanyak 70 personil.
 
"Hasil tes urine itu satu orang positif dan kita berikan pembinaan serta hukuman secara sosial," jawab Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK Kamis (31/3) siang.
 
Untuk hukuman bagi pelanggar ini, berupa memakai atribut khusus sampai dia sidang disiplin dan kode etik polisi.
 
Selain itu, membersihkan pekarangan Polresta serta tempat ibadah dan yang lainnya.
 
"Anggota yang positif juga diperiksa Propam Polresta. Tes urine dilakukan kepada anggota kepolisian juga sebagai upaya untuk mendeteksi secara dini terhadap peredaran narkoba di jajaran Polri," terangnya.
 
Selama tahun 2016 ini, hasil tes urine yang dilakukan kepada personil telah terdapat sembilan personil.
 
Dari semua itu akan diberikan tindakan serta hukuman yang setimpal bagi personil yang menggunakan narkoba.
 
Sementara itu, peredaran narkoba di Pekanbaru masih tergolong tinggi kata Putut. Namun, pihaknya terus berupaya melakukan pembersihan dan penertiban terhadap pengedar narkotika tersebut.
 
Penindakan dilakukan baik dalam operasi khusus maupun diluar operasi tetap dilakukan.
 
Misalnya, dalam pelaksanaan Operasi Bersinar Siak 2016, jajaran Polresta berhasil mengungkap 20 kasus pengedar narkoba di Pekanbaru dengan tersangka 24 orang.
 
Begitu juga dengan jajaran Polsek yang terlibat dalam giat Ops Bersinar ini. Beberapa wilayah Polsek sebagian telah berhasil mengungkap pelaku pengedar narkoba.
 
"Saat ini masih tiga polsek yang belum berhasil mengungkap. Namun, mereka terus berupaya melakukan pengungkapan. Karena hampir setiap daerah rawan peredaran narkoba," sebut Putut.
 
Sementara upaya yang dilakukan pihaknya, yakni dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Kemudian memberikan himbauan dan ketegasan agar dapat mencegah beredarnya barang haram tersebut.
 
"Untuk kampung dalam kita prioritaskan. Baik razia terbuka maupun tertutup," tambahnya. (R23)

Terkini