PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini sedang berupaya maksimal melakukan pembenahan sejumlah titik drainase di kawasan berpotensi terjadi banjir.
Setidaknya ada 15 titik drainase akan dibenahi pada tahun 2023 yang akan datang oleh pemerintah kota.
Hal tersebut diungkapkan Kepala DInas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi akhir pekan lalu.
15 titik drainase ini dianggap bermasalah mulai dari saluran yang tersumbat, saluran air tidak lancar, sampai tidak tersambung ke saluran induk.
"Tahun 2023 ini, kita fokus ke pembangunan 15 titik drainase yang masih tersumbat. Kemudian kita juga akan melakukan normalisasi sungai dan pembersihan saluran drainase,"ujar Kepada PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, Jumat (13/1).
Ia menjelaskan, untuk pembersihan drainase, harus dilakukan secara rutin agar sampah dan endapan tidak kembali menumpuk.
Kebersihan drainase memiliki fungsi sangat penting untuk mencegah adanya gengangan air, terutama di permukaan aspal.
"Ini perlu kita tahu, bahwa pembersihan drainase itu tidak bisa sekali lewat saja. Harus secara rutin dilakukan," jelasnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar warga juga meningkatkan kepedulian dengan tidak membuang sampah disaluran air atau membuang sampah sembarangan. Warga juga diimbau agar kembali menggerakkan kegiatan gotong royong dilingkungan masing-masing.
"Sistem gotong royong membersihkan saluran air ini harus lebih ditingkatkan. Semangatnya harus kembali ditingkatkan, ini harapan kita kepada masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun bersama Kepala Dinas PUPR Indra Pomi Nasution meninjau lokasi banjir di kawasan Sigunggung, Labuh Baru.
Banjir yang sudah menahun ini selain disebabkan sumbatan drainse, juga disebabkan saluran yang tidak tersambung ke drainase induk.
Akibatnya, air meluap ke badan jalan selama berhari-hari sehingga menyebabkan badan jalan Sigunggung rusak parah dan dipenuhi lubang menganga.(R03)