Angka Prevalensi Stunting di Pekanbaru Masih 11,4 Persen, Ini Penjelasan Disdalduk...

Senin, 30 Januari 2023 | 12:01:33 WIB
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru Muhammad Amin./ Sumber Foto: Diskominfo Pekanbaru.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Angka prevalensi stunting atau anak terlambat tumbuh di Kota Pekanbaru masih berada di 11,4 persen. Namun begitu, kondisi ini terus mengalami penurunan sejak tahun 2019 lalu.

Kondisi tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru Muhammad Amin.

Disebutkan dia, upaya untuk menurunkan stunting yakni merubah pola asuh dan pola makan anak. Akses sanitasi bagi anak juga mempengaruhi anak berpotensi stunting.

"Kami berupaya melalui program perubahan perilaku, agar orangtua bisa mengatur pola makan anak lebih bergizi," ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru Muhammad Amin.

Anak-anak harus mendapat gizi seimbang setiap melahap makanannya. Makanan yang ada di piring tentu harus lengkap karbohidrat, protein hingga vitamin.

Anak-anak yang sehat dalam tumbuh kembang tentu menerima gizi seimbang. Adanya asupan gizi seimbang tentu dapat mencegah anak dari ancaman stunting.

Upaya ini tentu dilakukan sejak awal yakni dari orangtua masih menjadi calon pengantin. Ada pendampingan khusus terhadap calon pengantin lewat aplikasi eletronik siap nikah dan hamil.(R03)

Terkini