Kamu Bisa Hasilkan Uang Rp45-50 Juta Dalam 3 Bulan, Begini Caranya...

Sabtu, 11 Februari 2023 | 06:07:47 WIB
Panen jagung hibrida di Tebing Tinggi Okura, Kota Pekanbaru, Kamis (9/2/2023)./ Sumber Foto: riausky.com

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Punya lahan tidur namun tidak dimanfaatkan, tentunya ikut menjadi hal yang merugikan.

Padahal, lahan bisa menjadi pundi-pundi uang yang tidak sedikit, apalagi bila bisa memanfaatkannya secara efektif dan efisien.

Salah satu bisnis yang mungkin bisa menginspirasi publik untuk memanfaatkan lahan kosong adalah dengan bertanam jagung hibrida.

Bertanam jagung kelihatannya memang sangat sederhana. Namun, bisnis di bidang pertanian ini ternyata punya potensi ekonomi yang menjanjikan bila dikelola dengan baik.

Hal tersebut setidaknya diungkapkan Ketua Petani Muda Riau, Ade Daulay yang mulai mencoba cocok tanam jagung hibrida di Kota Pekanbaru.

''Kita tanam dalam waktu 110 hari, atau lebih kurang 4 bulan di lahan seluas 2x1.000 meter persegi. Hasilnya ternyata cukup memuaskan, artinya secara ekonomi masuk,''kata dia.

Ade mengajak publik, khususnya petani milenial untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk bertanam jagung hibrida.

Dia sendiri memang mempersiapkan tanaman yang digarap bekerja sama dengan salah satu perusahaan BUMN di bidang pertanian, Sang Hyang Seri dan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru dengan menanam jagung hibrida pipil atau untuk kebutuhan pakan ternak.

''Kita memang mengkhususkan untuk jagung pipil,''ungkap Ade.

''Harga pakan ternak, untuk unggas dan ayam kan sekarang cukup mahal, untuk jagung pipil antara Rp4.000 an per kilogram. Kalau per hektare bisa menghasilkan Rp5-6 ton, artinya dalam 110 hari atau 3 bulan lebih  bisa menghasilkan Rp45 juta,''ungkap dia.

Dia pun memastikan, dari penanaman ini, masih ada margin keuntungan yang cukup menjanjikan, hingga dilakukan pembelian bibit baru, saprodi, pupuk dan biaya pemeliharaan selanjutnya  dengan keuntungan bersih berkisar Rp25 juta.

''Saya rasa ini masih untung yang besar ya,''kata dia.

Untuk melakukan perawatan tanaman jagung hibrida ini, sebut Ade juga tidak rumit, sepanjang memang betul-betul dipelihara.

Bahkan, sebut dia, tanaman jagung hibrida ini masih bisa ditanam dengan pola tumpang sari, misalnya di areal perkebunan yang baru di replanting, karena umur tanamnya yang relatif singkat.

Hal yang sama juga diungkapkan perwakilan manajemen pemasaran PT Sang Hyang Seri yang menyebutkan, peluang bisnis dari budidaya tanaman jagung hibrida ini masih cukup terbuka, mengingat Riau masih memiliki lahan yang memadai.

Memang, diakui dia, tantangannya adalah kesuburan tanah. Namun,dengan dukungan pupuk, maupun obat-obatan yang juga diproduksi Sang Hyang Seri, sebagaimana yang digunakan Petani Muda Riau, Ade Daulay, permasalahan kesuburan dan hara tanah, termasuk tingkat keasamannya bisa ditangani.

''Peluang bisnisnya masih terbuka, karena untuk lokal saja Riau masih kekurangan pasokan jagung pipil. Sementara di sekitar Riau, sepetti sumbar adalah daerah produsen ternak, termasuk unggas. Mereka juga perlu banyak sekali pakan ternak yang biasanya juga mereka datangkan dari luar daerah terdekat, salah satunya Riau,''kata dia.

Nah, tertarik untuk bertanam jagung hibrida? Ayo mencoba!(*)

 

 

Terkini