PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Okra, nama tanaman ini memang masih asing bagi sebagian besar kita.
Namun, bila mengetahui sangat banyak manfaat dan khasiatnya untuk memenuhi asupan makanan sehat, tentunya akan banyak yang memburu dan mencari tanaman dengan nama latin Abelmoschus esculentus ini.
Bentuknya sangat mirip dengan cabai hijau. panjang dan runcing atau lancip di ujungnya. Sekilas saat masih di pokok, tanaman ini mirip bunga yang kuncup dan akan mekar.
Tapi, bila melihatnya lebih dekat, tanaman jenis polong ini bentuknya malah unik, dilapisi bulu-bulu tipis, dan bila dibelah, dibagian dalamnya akan ditemukan banyak sekali butiran-butiran putih.
Kulitnya juga berlendir, sehingga memang menjadi sangat berbeda dengan jenis cabai-cabaian.
Bagi kaum ibu yang sudah sering mengkonsumsinya, okra ini biasa dimasak sebagai sayuran. Rasanya mirip-mirip gambas.
Kini, tak nayak untuk sayuran, Okra juga bisa diolah menjadi minuman sehat sejenis kopi.
Namun, tak hanya itu saja manfaat okra untuk mereka yang telah mengetahuinya.
Dikutip dari laman hallosehat.com, menurut National Nutrient Database dari Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA), nutrisi per 100 gram (gr) okra meliputi 33 kalori, hampir 8 gr karbohidrat, sekitar 2 gram protein, dan 3,2 gram serat.
Okra juga diperkaya oleh sejumlah mikronutrien penting, seperti: 36 mikrogram (mcg) vitamin A, 0.215 miligram (mg) vitamin B6, 23 mg vitamin C, 31.3 mg vitamin K, 200 mg kalium, 7 mg natrium, 57 mg magnesium, 82 mg kalsium, 60 mcg folat, Sejumlah kecil zat besi, fosfor, dan tembaga.
Menariknya lagi, okra termasuk sumber makanan nabati yang kaya antioksidan, termasuk katekin oligomer, turunan flavonoid, dan fenolik. Ketiganya memiliki sifat antimikroba dan antiradang yang baik.
Dengan kekayaan yang dimilikinya, okra yang di Indonesia juga disebut dengan sayur bendi dipercaya memiliki sejumlah khasiat untuk kesehatan. Berikut di antaranya:
1. Meredakan asma perbedaan asma dan ppok
Okra dipercaya dapat membantu mengendalikan asma karena antioksidan dan vitamin C-nya cukup tinggi. Merangkum berbagai studi, kekurangan vitamin C menyebabkan sel dan jaringan tubuh, termasuk paru-paru, rentan mengalami peradangan kronis.
Studi terbitan Journal of Allergy and Clinical Immunology menemukan bahwa penderita asma yang kekurangan vitamin C lebih sering mengalami gejala kambuhan. Ini menandakan bahwa memenuhi kebutuhan vitamin C harian dapat membantu mengendalikan asma.
Selain itu, makanan tinggi antioksidan juga dapat bantu mencegah kerusakan jaringan akibat asma. Hal ini turut dibuktikan oleh penelitian yang dimuat dalam jurnal Thorax. Rutin makan makanan tinggi vitamin C dapat mengurangi gejala napas mengi yang sering dialami pengidap asma.
Uniknya, Anda tetap bisa merasakan manfaat ini jika hanya makan makanan sumber vitamin C untuk 1-2 kali seminggu.
2. Melancarkan pencernaan enzim pencernaan
Melansir studi yang dimuat dalam International Journal of Nutrition and Food Sciences, okra mengandung tinggi serat, khususnya jenis serat tidak larut.
Serat tidak larut membantu menambah berat feses sementara juga meringankan “perjalanan”nya melewati usus hingga akhirnya dibuang.
Makan makanan tinggi serat tak larut secara teratur membantu membersihkan usus sehingga memungkinannya bekerja lebih efektif. Jika usus lebih efisien menyalurkan sisa-sisa makanan, Anda cenderung akan terhindar dari masalah sembelit dan diare.
Namun, tidak hanya itu. Nyatanya kandungan antiradang dan antibakteri dalam buah polong ini juga bisa mencegah Anda dari masalah radang lambung, iritasi usus (irritable bowel syndrome/IBS), dan masalah pencernaan lainnya. Efek pembersihan usus dari asupan serat dalam jangka panjang juga menurunkan risiko kanker usus besar.
Selain itu, vitamin A-nya berperan menjaga kesehatan membran mukosa yang melapisi dinding dalam organ pencernaan. Ini dapat membantu seluruh sistem pencernaan berfungsi dengan baik. Terlebih, polisakarida dalam lendir okra efektif meluruhkan bakteri H. pylori penyebab maag yang menempel kuat di usus.
3. Menurunkan kolesterol penyebab kolesterol tinggi
Jika punya kolesterol tinggi, Anda tentu harus sangat hati-hati memilih apa yang Anda makan sehari-hari. Salah-salah, kolesterol bisa makin melonjak dan menaikkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal jantung.
Nah, okra termasuk salah satu sumber makanan yang berpotensi baik menurunkan kolesterol. Menurut sebuah studi terbitan Global Journal of Medical Research, polisakarida dalam lendir okra dapat menurunkan kadar kolesterol karena kemampuannya mengikat asam empedu yang membawa racun dari hati.
Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa minyak dari biji okra sama berpotensinya untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Biji okra kaya akan sumber asam lemak linoleat (omega-3). Asupan omega-3 yang mencukupi membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sembari mencegah penumpukan mencegah plak lemak pada pembuluh darah, di bawah kulit, dan yang tersimpan pada hati.
Selain itu, okro tinggi serat tak larut. Melansir dari laman Harvard Health Publishing, serat adalah komponen makanan penting untuk menurunkan kolesterol. Serat okra bekerja mengatur laju penyerapan gula dari usus, yang kemudian menormalkan kadar kolesterol darah.
4. Menyehatkan jantung detak jantung tidak normal
Selain tinggi serat tidak larut, sayur bendi juga cukup tinggi kandungan serat larutnya. Terutama dalam bentuk gum dan pektin. Kedua jenis serat ini membantu menurunkan serum kolesterol dalam darah, yang mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
Pektin dapat membantu menurunkan kolesterol hanya dengan mengubah cara pembuatan empedu di dalam usus. Empedu akan bekerja lebih efisien untuk menyerap lebih banyak lemak dari sisa makanan di usus. Kolesterol dan lemak yang berlebih pada akhirnya akan dikeluarkan bersama hasil sisa makanan lainnya dalam bentuk feses.
Menariknya, serat juga dapat memperlambat perkembangan penyakit jantung pada orang yang memang sudah memilikinya.
5. Menurunkan gula darah
Okra mengandung serat tinggi yang membantu menstabilkan gula darah dengan memperlambat laju penyerapan glukosa dari usus. Teori tersebut turut didukung oleh temuan dari studi terbitan Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences. Studi itu menunjukkan, semakin banyak serat okra yang dikonsumsi maka kadar gula darah cenderung lebih stabil.
Satu penelitian lain yang diterbitkan pada tahun 2011 dalam jurnal ISRN Pharmaceutics juga melaporkan bahwa okra sama baiknya untuk menurunkan kadar gula darah bagi diabetesi.
Meski begitu, pencapaian tersebut tetap dipengaruhi berbagai faktor gaya hidup sehat lainnya.
6. Meningkatkan daya tahan tubuh mencegah sakit setelah hujan
Manfaat okra lainnya adalah bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini terkait dengan jumlah vitamin C serta zat antioksidan yang tinggi dalam okra.
Vitamin C dapat merangsang produksi sel darah putih yang menjadi komponen penting dalam sistem kekebalan tubuh. Sementara kandungan antioksidan berperan penting dalam menghancurkan semua radikal bebas yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
7. Mencegah gangguan ginjal gejala infeksi ginjal
Makan okra dengan teratur terbukti dapat mencegah gangguan ginjal, terutama pada pengidap diabetes.
Terlebih, asupan rutin dari okra dapat membantu menghindari penyakit ginjal sebagai komplikasi diabetes. Melansir studi terbitan Global Journal of Medical Research, pengidap diabetes yang makan okra setiap hari menunjukkan kerusakan ginjal yang lebih ringan ketimbang yang tidak.
Ini berpotensi menguntungkan karena hampir 50% kasus penyakit ginjal disebabkan oleh diabetes.
8. Baik untuk ibu hamil ibu hamil minum susu UHT
Jika Anda ibu hamil, tidak ada salahnya untuk coba makan sayuran ini untuk menjaga kesehatan Anda dan janin. Okra tinggi kandungan vitamin A, vitamin B1, vitamin B2,vitamin B6, vitamin C, seng, serta kalsium terutama sangat dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang janin dalam kandungan
Lebih dari itu, okra juga kaya akan asam folat yang baik untuk menunjang perkembangan otak janin, mencegah kecacatan saat hamil, dan memperlancar BAB. Sebaliknya, kadar folat yang rendah dapat mengakibatkan munculnya satu atau lebih masalah kehamilan di kemudian hari.
Itulah salah satu alasan utama mengapa mencukupi kebutuhan folat sangat penting bagi wanita sebelum dan selama kehamilan. Bahkan setelah kehamilan hingga saat menyusui.
9. Menurunkan risiko osteoporosis kadar testosteron
Osteoporosis rentan dialami oleh orang yang sudah memasuki usia lanjut.
Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk makan makanan yang kaya akan kandungan vitamin K karena baik untuk menjaga fungsi tulang. Sayur okra, misalnya. Kandungan vitamin K di dalam sayur ini akan membantu mempecepat penyerapan kalsium oleh tulang.
Maka itu, orang yang rutin mencukupi sumber vitamin K hariannya biasanya cenderung memiliki komposisi tulang yang lebih kuat. Akhirnya, secara tidak langsung orang tersebut akan terhindar dari risiko pengeroposan tulang.
10. Mencegah kanker pengobatan kanker darah
Okra mengandung sejumlah protein di dalamnya, salah satunya dalam bentuk lektin. Lektin adalah jenis protein yang cenderung sulit untuk dicerna oleh tubuh. Jenis protein ini berpotensi untuk membunuh sel-sel kanker dan menghentikan perkembangannya.
Makan okra membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker hingga 63 persen, sekaligus membunuh sekitar 72% sel kanker yang sudah tumbuh.
Hanya saja, tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah okra memang benar-benar memiliki efek positif untuk memulihkan kanker.
Mendapatkan Okra di Pekanbaru
Nah, bagi kamu warga Pekanbaru yang berminat untuk melakukan budidaya atau membeli buah jadinya, kamu bisa berkunjung ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Okra Nusa di Jalan Purwodadi, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru.
Meski ada berbagai macam jenis dan warna okra, namun di lahan pertanian yang dikelola kelompok tani ini, ada dua jenis okra yang ditanam.
''Kalau yang asli kita bibit di Pekanbaru warnanya hijau muda dengan bulu yang lebih kasar, tapi ukuran yang lebih besar, sedang yang didatangkan dari jawa, itu warnanya hijau tua, ukurannya lebih kecil,''ungkap Asmita, ketua KWT Okra Nusa.
Meski ditanam dalam jumlah terbatas, namun, Asmita mengakui kalau saat ini tanaman ini sudah memiliki peminat tetap. ''Ada yang untuk sayuran, juga untuk obat. Karena mereka juga tahu ini tanaman obat,'' imbuh dia.
Harga perkilogram okra ini juga relatif murah, yakni Rp25.000 per kilogram.
Nah, untuk berburu tanaman kesehatan seperti Okra ini,tetnunya harga tersebut tidak tergolong mahal. So, apa lagi?(R05)