PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Di momen perayaan ulang tahunnya ke-45, Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun menyampaikan rasa haru dan syukurnya atas perhatian semua pihak yang telah membantu dalam menjalankan tugas yang diamanahkan oleh Menteri Dalam Negeri.
Namun, disamping itu, dia juga menyampaikan sejumlah curhat terkait isu yang sering muncul beberapa waktu belakangan yang menurutnya, tidak selayaknya.
Curhat tersebut disampaikan Muflihun dihadapan puluhan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Pekanbaru yang hadir pada momen yang dilaksanakan di rumah dinas wali Kota Pekanbaru pada Kamis (23/2/2023).
Muflihun menyebutkan, apa yang saat ini dilakukan oleh Pj.Wali Kota, jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru adalah dalam upaya memenuhi amanah dari Kementerian Dalam Negeri untuk bisa mengatasi beberapa permasalahan utama di Kota Pekanbaru.
Namun, Muflihun menjelaskan, beberapa hari lalu berada di Jakarta, dia mendapatkan banyak sekali isu-isu yang menurutnya tidak benar.
''Kita bekerja capek pada hari ini bersama OPD. Namun masih ada perilaku-perilaku oknum yang menjelekkan dan memburukkan kita. Kita bekerja pagi sampai malam. Begini kita bekerja untuk Pekanbaru ini, tapi masih dilaporkan yang tidak-tidak,'' ungkap Muflihun.
''Saya mengajak, mari kita bersama, kita bersama membangun Pekanbaru ini. Mari kita bahu membahu,'' ajak dia.
Muflihun juga menjelaskan perihal proses mutasi yang dilakukan. ''Kepala OPD, mutasi itu hal biasa, rolling itu hal biasa. Yang harus dijaga adalah semangat kita bersama, orang Pekanbaru, mari kita membangun Pekanbaru ini, jangan lagi saling menunggu,'' ajak dia.
''Kami ini, 8 bulan, 9 bulan, mungkin sebentar lagi berakhir jadi Pj Wali Kota. Semakin sering kami turun ke lapangan, semakin disebut kami ini pencitraan, Nah, ini siapa?'' tanya Muflihun.
Dia pun menegaskan, sampai hari ini, dia masih ASN. ''Sampai bulan Mei ini kami masih ASN, bukan pejabat politik. Jadi tolong dipahami. Saya tahu ada oknum-oknum yang menjelekkan, ini saya sayangkan, saya kecewa,'' lugas Muflihun lagi.
Dijelaskan dia, bersama Sekda dan jajaran OPD, pihaknya berusaha melakukan perbaikan kondisi Kota Pekanbaru.
Dia juga menyebutkan, tidak sekali pun ada dalam proses mutasi pejabat di Kota Pekanbaru yang dipungut biaya.
Proses mutasi OPD, dijelaskan Muflihun, ada evaluasi dan ada regulasinya, jadi tidak bisa bermain-main. Namun dihembuskan bermacam-macam ke pusat.
''Bicara jabatan itu, kita tetap kembali kepada Allah SWT. Apapun ceritanya kita ngotot menjadi kadis, kalau Allah berkata tidak ya tidak,'' ungkap dia.
Selaku orang yang diamanahkan sebagai Penjabat Wali Kota Pekanbaru, sebut Muflihun, dirinya hanya menginginkan Pekanbaru bisa kembali menjadi Kota Bertuah, bisa keluar dari permasalahan banjir, tidak ada jalan berlubang, tidak ada lagi sampah, stunting, juga tidak ada inflasi.
Karena itulah, dia kembali mengulang mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama ikut membangun Kota Pekanbaru menjadi lebih baik.(R02)