Baru Bisa Pasok 10-20 Persen Cabai dan Bawang, Dinas Pertanian: Potensi Lahan Kita 12.000 Hektare

Kamis, 02 Maret 2023 | 07:26:28 WIB
Kepala Dinas Pertanian Kota Pekanbaru Firdaus / SUmber Foto: riausky.com

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)-  Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya meningkatkan produktivitas petani dan masyarakat untuk bisa memenuhi ketersediaan cabai dan bawang.

Langkah ini menjadi solusi penting yang akan terus dilakukan untuk menekan laju inflasi yang sempat mengalami kenaikan selama Januari-Februari 2023 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kota Pekanbaru Firdaus saat ditemui Rabu (1/3/2023).

Dijelaskan Firdaus, pembinaan kelompok-kelompok tani baik yang selama ini sudah bertanam cabai dan kelompok yang baru akan menanam cabai masih menjadi penekanan Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pertanian.

Dinas Pertanian Pekanbaru sudah melaksanakan pembinaan kelompok-kelompok baik yang sudah selama ini tanam cabai dan kelompok yang baru akan menanam cabai.

''Targetnya, setiap bulan, bagaimana luasan tambah tanam baik itu cabai ataupun bawang bisa bertambah,'' ungkap Fidaus.

''Karena itulah, kami setiap saat selalu mengimbau kepada petugas penyuluh yang selalu berada di lapangan di lokasi masing-masing untuk melakukan pencatatan terhadap pertambahan luasan tambah tanam cabai dan bawang, sehingga bisa terdata luasan dan produktivitasnya,'' sambung dia.

Berdasarkan GIS, dijelaskan Firdaus, potensi luas lahan pertanian di Kota Pekanbaru berkisar 12.000 hektare dari 632 ribu hektare luas Kota Pekanbaru.

''Tapi itu secara umum, disana ada peternakan, perikanan, juga pertanian, tanaman perkebunan dan holtikultura,''jelas dia lagi.

Untuk pertanian seperti sayur mayur, papar dia, sebenarnya, petani di Pekanbaru sudah bisa untuk memenuhi kebutuhan untuk masyarakat Pekanbaru saja. Begitu juga untuk tanaman pangan seperti ubi dan jagung, juga sudah bisa.

''Tapi untuk holtikultura seperti bawang, cabai, memang kita masih kurang, sehingga masih membutuhkan banyak dukungan dari semua pihak untuk bisa mengajak petani bertanam cabai maupun bawang,'' ujarnya.

''Kita berharap dukungan dari para penyuluh, juga Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) untuk bisa mengajak petani yang notabenenya adalah rekan sesama petani  untuk mendukung upaya penanggulan inflasi dengan meningkatkan minat petani bertanam holtikultura seperti cabai dan bawang ini, sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah, sehingga juga bisa menekan laju inflasi,'' papar dia.

Sebagai gambaran, lanjut Firdaus, kebutuhan untuk cabai dan bawang berkisar 124 ton per minggu, atau berkisar 20 ton per hari. Adapun kemampuan petani lokal untuk memproduksi jenis cabai dan bawang ini baru berkisar 2-3 ton per hari, atau masih di angka 10-15 persen.(*)

Terkini