PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Mendukung penguatan ketahanan pangan di tengah warga Kota Pekanbaru, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru kembali menyalurkan bantuan bibit sayuran dan buah juga ikan kepada dua kelompok tani wanita (KWT) pada Selasa (20/6/2023) siang.
Adapun bantuan diserahkan kepada KWT Singgalang Mandiri di Jalan Singgalang, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya serta KWT Karya Bunda di Jalan Lintas Timur Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru.
Penyerahan bantuan dipimpin Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Yarnengsih Alam didampingi Koordinator Konsumsi Pangan, M Ali Refki, Sub Koordinator Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Dewi Sri Rejeki, juga Koordinator Keamanan Pangan, Ceria Dona Lagizasvera.
Adapun jenis bantuan yang diserahkan adalah 11 jenis bibit sayuran dan buah seperti bayam, kacang panjang, sawi, bunga kol, cabai, timun, terung, dan beberapa jenis sayuran lainnya, juga bibit ikan lele, juga sarana pendukung pertanian (Saprodi).
Yarnegsih Alam, mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hj El Syabrina, menjelaskan, bantuan yang diberikan ini adalah bagian dari komponen program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tahun 2023.
Sesuai namanya, sebut dia, bantuan ini diberikan Pemerintah Kota Pekanbaru, sesuai dengan kebijakan Pj. Wali Kota Pekanbaru dalam upaya menciptakan penguatan ketahanan pangan dengan memberdayakan potensi lahan yang ada di pekarangan.
''Kami harapkan, bantuan yang jumlahnya mencapai ribuan bibit ini nantinya bisa menghasilkan sehingga bisa mendukung penguatan ketahanan pangan di tengah masyarakat, khususnya bagi anggota KWT,''kata dia.
''Minimal, seluruh anggota KWT ini tak lagi harus beli sayur, cabai, bahkan ikan. Karena sudah bisa dihasilkan dari lahan pekarangan sendiri. Bahkan, bila bisa lebih, kita harapkan bisa mendukung penguatan ekonomi anggota kelompok,''harap Yarnengsih.
Pada kesempatan itu, Ketua KWT Singgalang Mandiri Murni menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya Disketapang yang mendukung penyediaan bibit sayuran dan ikan kepada masyarakat.
''Lahan di tempat kami ini banyak, biasanya masyarakat bertanam secara swadaya. Dengan bantuan ini, tentu saja menjadi motivasi kepada anggota KWT untuk lebih produktif lagi,'' ungkap Murni.
Dia juga menjelaskan, di KWT Singgalang Mandiri ini, ada tak kurang dari 16 anggota aktif. Meski relatif berada di pemukiman perkotaan, namun, warga di jalan Singgalang ini juga banyak bercocok tanam memanfaatkan lahan kosong.
''Kebetulan di sini, kan bukan komplek perumahan, jadi tanah perumahan warga relatif luas pekarangannya dan banyak ditanami warga,'' kata dia.

Penyerahan bantuan kepada KWT Karya Bunda di Jalan Lintas Timur Sumatera Pekanbaru, Kecamatan Kulim
Sementara itu, secara terpisah, Ketua KWT Karya Bunda Suprihatin menjelaskan, bantuan ini kembali memotivasi mereka untuk kembali aktif.
''Kami ini sebenarnya aktivitasnya bertani. Karena bapak-bapak juga bertani. Namun, untuk program budidaya sayuran ini, terakhir mendapat bantuan dari pemerintah pada tahun 2018 lalu. Kami sudah sempat sukses dan berhasil. Sayuran yang dihasilkan juga banyak dan melimpah. Hanya saja, beberapa tahun terakhir aktivitas tersebut harus terhenti karena lahan untuk bercocok tanam yang selama ini dipinjam sudah difungsikan oleh pemilik,'' kata dia.
Dengan program P2L ini, dijelaskan Suprihatian, anggota bisa menanam di pekarangan rumah.
''Nanti kita juga akan ada lahan bertanam bersama. Namun untuk sebagian akan ditanam di rumah-rumah anggota,'' kata dia.
Sementara itu, Wakil ketua KTNA Pekanbaru, Siswo P juga mengapresiasi program P2L yang dilaksanakan Disketapang.
Dijelaskan dia, program ini menjadi triger untuk menyemangati msyarakat kembali bertanam sayur.
Dia bahkan berharap Pemko ke depan lebih memperbanyak volume kegiatan program ini sehingga bisa mengakses masyarakat lebih luas lagi.
Dia juga ikut menyemangati anggota KWT untuk lebih gigih lagi. ''Yang diberikan ini hendaknya bisa bertambah besar, sehingga manfaatnya bisa dirasakan bukan cuma oleh anggota KWT, namun juga warga di sekitar,'' kata dia.
Dengan potensi lahan pekarangan yang tersedia di tengah masyarakat, dia yakin program-program yang dilaksanakan Disketapang bisa memberikan penguatan terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Ikut hadir pada penyerahan program di dua lokasi berbeda ini, Koordinator Penyuluh Pertanian Kulim, Rina Fitri, Penyuluh pertanian tangkerang Timur, Syabri juga petugas penyuluh Kelurahan Kulim, Al putra.(*)