DUMAI (RIAUSKY.COM) - Kamis, 24 Agustus 2023, Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Dit. P4K) melaksanakan kegiatan evaluasi dan penutupan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) 2023 di TPI Purnama Dumai.
Kegiatan yang sudah berlangsung selama dua bulan, terhitung dari 6 Juli 2023 ini terlaksana berkat kerja sama dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau, Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai, Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Wilker Dumai, dan Bank Sampah Dumai Jaya Plastik.
Gernas BCL ini sendiri merupakan implementasi strategi Ekonomi Biru untuk menjaga ekologi dan kesehatan laut yang didasari oleh Perpres 83 tahun 2018 terkait penanggungjawab pelaksanaan Gerakan nasional bersih pantai dan laut; dan Kepmenkomarves No. 69 tahun 2019 tentang Tim Pelaksana Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut.
Dalam pelaksanaannya, Gernas BCL melibatkan nelayan sebagai aktor utama yang berpartisipasi melaut sambil mengambil sampah laut yang diselenggarakan di 18 kabupaten/kota se-Indonesia.
Di Dumai sendiri, BCL diikuti oleh 75 nelayan sebagai peserta yang berasal dari berbagai kelompok, antara lain; Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batu Karang, KUB Camar Laut, KUB Hiu Mas, KUB Kuda Laut, KUB Lomek, KUB Mekar Jaya, KUB Nelayan Purnama, KUB Nelayan TPI, KUB Sampan Dayung, dan KUB Senangin.
Sebelumnya dalam rangkaian pelaksanaaan kegiatan, sudah terlebih dahulu dilakukan Sosialisasi dan Pembukaan Kegiatan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut Tahun 2023 yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2023. Kemudian dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) I yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2023, dan terakhir Bimbingan Teknis (Bimtek) II pada 12 Agustus 2023 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, M.Si dan Direktur P4K, Muhammad Yusuf, S.Hut, M.Si.
Pada kegiatan Bimtek II silam, Yusuf menyampaikan bahwa ancaman sampah plastik di laut sudah sangat mengkhawatirkan, dan kebanyakan sudah terurai menjadi mikroplastik yang mengancam kesehatan. Untuk itu, melalui kegiatan ini diharapkan muncul kesadaran dari masyarakat untuk lebih peduli terhadap pembatasan penggunaan plastik agar tidak menjadi sampah yang mengancam keberlangsungan organisme di perairan.
Kegiatan Bulan Cinta Laut ini mendapat apresiasi langsung dari Gubri berkat antusiasme dari nelayan Dumai, meskipun ini adalah kegiatan pertama BCL dilaksanakan di Dumai. Terbukti, selama kegiatan berlangsung, berdasarkan laporan panitia, diketahui sampah plastik yang telah berhasil dikumpulkan oleh nelayan sebanyak 4 kali penimbangan adalah seberat 5013,6 kg yang berasal dari sampah di laut dan pesisir. Sampah plastik tersebut kemudian dibeli oleh mitra Bank Sampah Dumai Jaya Plastik. Panitia melaporkan nilai ekonomi sirkular yang berhasil dikumpulkan per tanggal 11 Agustus 2023 adalah senilai Rp5.899.000.
Panitia mengapresiasi antusiasme dari nelayan dan berharap kegiatan pengumpulan sampah ini tetap dilaksanakan meskipun program telah selesai dilaksanakan. Lebih lanjut lagi, panitia juga menyampaikan bahwa meskipun secara resmi kegiatan ditutup pada tanggal 24 Agustus 2023, kegiatan penimbangan masih akan tetap dilaksanakan penghitungan akan ditutup pada tanggal 9 September 2023. Oleh sebab itu, nelayan diharapkan masih berkenan melakukan penimbangan yang dipandu oleh penyuluh perikanan.
Selain dari evaluasi mengenai pelaksanaan kegiatan Gernas BCL, kegiatan ini juga menyisipkan pemateri mengenai cara memilah sampah plastik yang dinarasumberi oleh perwakilan dari Bank Sampah Dumai Jaya Plastik. Pemateri tersebut menjelaskan mengenai kategori sampah dan masing-masing harganya.
Azlan, perwakilan nelayan yang berasal dari KUB Kuda Laut mengatakan bahwa salah satu permasalahan sampah terbesar adalah sampah nonekonomi, seperti kantong plastik yang berasal dari limbah rumah tangga. Ia juga bertanya apakah Bank Sampah Dumai Jaya Plastik bersedia untuk membeli sampah tersebut.
Anto, perwakilan Bank Sampah Dumai Jaya Plastik mengatakan bahwa bank sampah saat ini belum mengakomodasi pembelian sampah nonekonomi semisal kantong plastik, namun ia mengatakan bahwa memiliki relasi yang berkenan untuk membelinya dengan catatan sampah kantong plastik harus dipilah berdasarkan wana dan nonwarna.
Kegiatan ditutup oleh Direktur P4k yang diwakili M. Lukman Faishol dari Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru. Lukman mengapresiasi nelayan dan berharap agar semangat cinta laut dapat terus terjaga dengan baik. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama. (*)