DKP Rilis Data Terbaru Peta FSVA Kota Pekanbaru 2023

Jumat, 15 Desember 2023 | 13:45:26 WIB
Rapat Koordinasi Hasil Akhir Penyusunan Peta Kerentanan dan Kerawanan Pangan (FSVA) Kota Pekanbaru TA 2023. Jumat (15 Desember 2023)

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru merilis data terbaru terkait Food Security dan Vulnerability Atlas (FSVA) atau Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan tahun 2023.

Salah satu nilai positif yang tergambar dari peta tematik yang menjadi instrumen untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan terhadap rawan pangan di Kota Pekanbaru tahun ini adalah, terjadinya penurunan  terhadap jumlah wilayah yang masuk dalam kriteria rentan.

Rilis data terbaru ini diumumkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru H. Maisisco saat memimpin Rapat Koordinasi bersama sejumlah stake holder yang dilaksanakan di Tenayan Raya, Jumat (15/12/2023).

''Terjadi penurunan terhadap jumlah daerah rentan rawan pangan di Kota Pekanbaru, dimana sebelumnya, pada tahun 2022, jumlahnya sebanyak 22 kelurahan, saat ini, tinggal 9 kelurahan saja,''ungkap Maisisco.

Adapun 9 daerah di Pekanbaru yang masih berada dalam kondisi rentan rawan pangan ini, masing-masing adalah Kelurahan Muara Fajar Barat Kecamatan Rumbai Barat), Limbungan Baru dan Lembah Damai (Rumbai), Lembah Sari (Rumbai Timur), Kota Baru (Peekanbaru Kota), Air Dingin dan Tangkerang Utara (Bukitraya), Tangkrang Tenah Marpoyan Damai serta Bambu Kuning (Tenayan Raya).

Perilisan data terbaru ini, dijelaskan oleh Maisisco adalah sebagai bagin dari upaya penguatan rencana aksi khususnya Bagi Dinas Ketahanan Pangan dalam upaya penanggulangan  kerawanan pangan di Kota Pekanbaru untuk tahun 2024 yang akan datang.

Dijelaskan dia, ada beberapa program yang akan dilaksanakan DKP Pekanbaru tahun 2024 yang akan datang. Dan kita berharap 9 daerah berbasis kelurahan ini nantinya bisa ikut bersinergi dan melakukan kolaborasi dalam mendukung upaya penguatan ketahanan pangan di Kota Pekanbaru.

''Kami benar-benar berharap sinergi dan kolaborasinya untuk sama-sama melakukan penguatan, sehingga jumlah daerah rentan rawan pangan di Pekanbaru ini benar-benar habis,'' kata dia.

Secara nasional, dalam dua tahun terakhir, Kota Pekanbaru masih menjadi daerah dengan indeks ketahanan pangan terbaik di Sumatera, dan pernah menjadi terbaik 2 secara nasional.

''Kita harapkan, dengan penguatan dan program kolaborasi yang dilakukan akan mampu menjadikan ketahanan pangan di Kota Pekanbaru bisa lebih baik lagi,'' harap Maisisco.

Sementara itu, Kepala Bidang Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Ismail dalam kesempatan terpisah selepas Rapat Koordinasi mengungkapkan penyusunan peta FSVA dilakukan dengan menggunakan sejumlah indikator yang melibatkan sejumlah stake holder terkait.

''Jadi bukan hanya DKP, namun juga ada beberapa stake holder lainnya, seperti Dinas PUPR yang berkaitan dengan infrastruktur jalan, air bersih, Dinas Kesehatan yang berkaitan dengan akses kesehatan juga stake holder lainnya seperti berkaitan dengan angka kemiskinan, akses terhadap kelistrikan, juga sarana transportasi,'' jelas Ismail.

''Totalnya ada 5 indikator yang dijadikan dasar pengukuran RSVA. Semakin baik kondisi ketahanan pangannya, maka peta wilayahnya akan semakin hijau. Sedangkan bila tingkat kerentanannya tinggi, maka peta yang muncul dalam tampilan FSVA akan semakin merah,'' ungkap dia lebih jauh.

Pemaparan terkait hasil peta FSVA terbaru ini disampaikan oleh Analis Ketahanan Pangan DKP, Purwati. Turut hadir pada kesempatan itu, sejumlah lurah untuk daerah yang masuk dalam wilayah rentan juga perwakilan BPS Kota Pekanbaru, Dinas Pariwisata dan beberapa stake holder lainnya.(*)
 

Terkini