Awal Tahun, Kadis Pangan Pantau Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Dupa

Selasa, 09 Januari 2024 | 13:37:46 WIB
Kepala Dinas Pangan Pekanbaru bertanya kepada pedagang terkait fluktuasi harga di awal tahun 2024 di Pasar Dupa Pekanbaru.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Tahun 2023 berlalu dengan lancar dan aman. Tidak ada lonjakan harga yang terlalu berarti walaupun pada momen akhir tahun lalu, ada dua hari besar keagamaan yang  dilalui, yakni Perayaan Natal dan Tahun Baru 2024.

Menyemangati hasil kinerja baik yang diperoleh sepanjang tahun 2023, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H. Maisisco mengajak seluruh jajarannya untuk secara intens melakukan pengecekan terhadap harga dan ketersediaan komoditas pangan di pasar-pasar di Kota Pekanbaru.

Sebagai pembuka tahun, Kepala Dinas Ketahanan Pangan H. Maisisco langsung turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan harga komoditas pangan di pasar-pasar di Kota Pekanbaru, sekaligus melakukan pengecekan harga.

Salah satu pasar yang dikunjungi adalah Pasar Dupa Pekanbaru. Peninjauan dilakukan pada Rabu (3/1/2024).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan H. Maisisco turun bersama seluruh jajaran bidang di lingkungan Dinas Pangan.

''Kita ingin memastikan dua hal disini. Pertama, bagaimana dengan ketersediaan komoditas pangan di pasar saat ini, serta kedua, terkait fluktuasi harga,'' kata Maisisco.

''Alhamdulillah, dari pantauan kita di Pasar Dupa, Kecamatan Marpoyan Damai  ini, untuk ketersediaan bahan pangan maupun sayuran masih cukup baik dan tersedia. Walaupun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dikarenakan saat ini sejumla daerah sentra produksi sedang memasuki momen natal dan tahun baru, salah satunya di wilayah sentra di Sumatera Utara.

Selain itu, untuk di Sumatera Barat, terjadi kendala persediaan karena pasokan kurang disebabkan erupsi Gunung Marapi.

Dalam kesempatan itu, Maisisco juga menjelaskan dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin ini, bisa diambil langkah-langkah konkret terhadap permasalahan ketahanan pangan yang terjadi di tengah masyarakat, baik dalam bentuk ketersediaan bahan kebutuhan pokok termasuk juga memastikan stabilitas harga.

''Jadi, seperti yang kita lihat tadi, dari pedagang ada banyak laporan tentang kondisi harga dan pasokan. Ada harga yang naik, ada yang juga bertahan dan bahkan terus mengalami penurunan,'' kata  Maisisco.

Kepala Dinas Pangan H. Maisisco didampingi Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna bertanya kepada pedagang telur tentang harga.

''Seperti halnya harga beras medium Bulog, masih normal Rp57.500 per kemasan 5 kilogram, cabai merah berkisar Rp40.000 per kilogram, telur juga normal Rp45-50.000 per papan, daging sapi Rp140.000 per kilogram'' kata dia.

Meski pada beberapa komoditas harga masih relatif normal, namun, para pedagang juga mengaku ada beberapa komoditas yang saat ini harganya mengalami kenaikan.

Di antara harga  komoditas tersebut adalah harga ayam potong, tomat dan kentang.

Adapun komoditas yang harganya mengalami kenaikan semenjak awal tahun di antaranya adalah ayam potong, dengan kisaran Rp28 hingga Rp32.000 per kilogram, juga kentang yang berkisar Rp15.000 per kilogram, juga tomat yang dijual seharga Rp25.000 per kilogram'' papar Maisisco lebih jauh.

Dia menjelaskan, kenaikan harga beberapa komoditas ini di antaranya dipengaruhi oleh masih belum lancarnya arus masuk bahan kebutuhan pokok dari beberapa daerah sentra produksi disebabkan faktor alam, di antaranya di Sumbar.

Sementara itu, pada komoditas lain yang mengalami kenaikan, jelas Maisisco adalah karena tidak ada pasokan masuk dari daerah penghasil di wilayah Sumatera Utara.

''Tapi secara umum, fluktuasi harga yang terjadi sejauh ini masih dalam kondisi normal. Kita harapkan dengan semakin lancarnya akses dari sentra produksi pemasok akan mengembalikan harga ke tahap normal,'' kata dia.

Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco melakukan pengecekan harga cabai.

DKP sendiri, nantinya akan melakukan evaluasi bersama Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) guna mengambil langkah-langkah preventif agar harga tetap stabil dan inflasi di daerah tetap bisa terkendali.

''Jadi hasil pemantauan ini nanti akan kita evaluasi bersama TPID, dan sambil berjalan, DKP juga akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah stabilisasi,''singkat dia.

Secara kelembagaan, Dinas Ketahanan Pangan, sebagaimana diungkapkan Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna menjelaskan DKP setiap hari melakukan pemantauan harga di lapangan.

''Setiap hari kita pantau harga dan itu kita laporkan dalam setiap rapat TPID dalam upaya memastikan fluktuasi harga yang terjadi tidak sampai menyebabkan lonjakan terhadap harga yang bisa memicu terjadinya inflasi,'' jelas Dinal.

Kadis Ketahanan Pangan H. Maisisco didampingi Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan melakukan pengecekan harga komoditas ayam potong.

Sejauh kenaikan harga yang terjadi pada beberapa komoditas, Dinal mengungkapkan kalau sejauh ini kondisi tersebut masih normal mengingat produksi yang menurun di daerah produsen karena momen natal dan tahun baru di Sumatera Utara serta musibah letusan gunung Marapi di Sumbar.

''Kita harapkan situasi ini bisa segera normal dalam beberapa hari ke depan,'' ungkap Dina.

Secara rutin biasanya, DKP melakukan pemantauan terhadap harga komoditas pangan di pasar seperti Pasar Cik Puan, Pasar Dupa, Pasar Agussalim, termasuk beberapa pasar lainnya.

Pemantauan dilakukan pada pasar-pasar tertentu yang menjadi pusat perbelanjaan masyarakat untuk membeli kebutuhan pangan keluarga untuk memastikan kesesuaian harga ditiap-tiap pasar. (Galeri Foto)
 

Terkini