Animo Masyarakat Sangat Tinggi, 6 Ton Bahan Pangan GPM di Jalan Kuaran Bukitraya Ludes

Sabtu, 13 Januari 2024 | 14:00:01 WIB
Asisten III Sekdako Pekanbaru bersama Kadis Ketahanan Pangan H, Maisisco beserta Camat Bukitraya foto bersama di tengah pelaksanaan GPM di Jalan Kuaran.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pangan (DKP) di Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukitraya, Sabtu(13/01/2024) mendapat respon luar biasa dari warga.

Penjualan sejumlah komoditas pangan dengan harga yang relatif murah dan terjangkau yang dilaksanakan di Lapangan Jalan Kuaran ini hanya berlangsung dua jam saja setelah secara resmi dibuka oleh  Pj. Wali Kota Pekanbaru Muflihun yang dalam kesempatan itu diwakili Asisten III Sekdako Pekanbaru.

Samto pun mengaku sangat presiatif dengan tingginya animo masyarakat dalam berbelanja di gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan puluhan komoditas pangan baik mentah maupun olahan.

''Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindaklanjut dari arahan Presiden untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan komoditas pangan serta pengendalian inflasi. Tingginya animo masyarakat ini tentunya sangat menggembirkan. Artinya, masyarakat memerlukan GPM Dinas Pangan ini,''ungkap dia.

Apalagi, sebut dia, harga yang diberikan juga cukup menarik perhatian warga. 

Samto pun berharap gelaran GPM ini bisa terus dilaksanakan ke depan, sehingga bisa membantu masyarakat, khususnya mereka yang memerlukan. Dia pun menilai pelaksanaan di Jalan Kuaran Kelurahan Air Dingin Bukitraya ini sangat tepat, karena berada di lokasi yang cukup jauh.

''Kami harapkan masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan komoditas pangan yang diperlukan untuk di rumah,'' ujar Samto.

 Asisten III Sekdako Pekanbaru Samto didampingi Kadis Ketahanan Pangan H. Maisisco dan Camat Bukitraya meninjau komoditas pertanian yang ikut dijual di arena GPM di Jalan Kuaran Kelurahan Air Dingin.

Sementara itu, Nani, salah seorang warga yang berbelanja di lokasi acara mengaku sangat senang lokasi di sekitar tempt tinggal mereka menjadi lokasi GPM Dinas Pangan.

Dikatakan dia, warga sudah lama menantikan kegiatan belanja murah untuk komoditas pangan di rumah tangga. 

Dia sendiri membeli beras, telur, minyak goreng juga cabai.

''Alhamdulillah ya, kami sangat senang, karena disini harganya kan memang cukup murah. Beras medium SPHP harganya Rp50.000, telur seharga Rp20.000 setengah papan, minyak goreng seharga Rp12.000 per kemasan. Harganya cuykup murah, dan sangat membantu kami,'' kata dia.

''Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemko Pekanbaru, khususnya Pj. Wali Kota Pekanbaru, Bapak Muflihun yang sudah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini. Semoga bisa lebih sering dilaksanakan di sini ya Pak,'' harap ibu dua anak ini.

Antrean warga berbelanja di lokasi GPM di Jalan Kuaran Air Dingin Bukitraya, Sabtu (13/1/2024).

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, H. Maisisco didampingi Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna mengaku kalau gelaran GPM di Kuaran ini adalah pembuka pelaksanaan GPM yng dilaksanakan Dinas Pangan.

''Ini merupakan perdana kita laksanakan di awal tahun 2024. Rencananya, setiap bulannya kita akan laksanakan GPM sebanyak 3 kali. Jadi setelah di Kuaran ini, Selasa pekan depan kita akan laksanakan di daerah lain,'' untuk Maisisco.

GPM sendiri dijelaskan Maisisco merupakan salah satu kebijakan strategis yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo untuk mendukung kemudahan masyarakat dalam mendapatkan pangan.

Untuk GPM di Kuaran ini, jelas Maisisco, selain menghadirkan pangan non olahan seperti beras, gula, minyak goreng, cabai, bawang, ayam potong, juga menyediakan pangan hasil olahan yang digarap oleh UMKM di Kota Pekanbaru juga menyediakan sayuran dan buah segar hasil produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pangan serta petani binaan di Sicantig.

''Kami berterima kasih kepada Bapak Pj. Wali Kota, pemerintah Kecamatan yang telah memfasilitasi pelaksanaan GPM di lokasi yang merupakan kawasan terujung Pekanbaru yang berbatasan dengan wilayah Siak Hulu, Kabupten Kampar.

Komunitas KWT juga ikut berjualan sayuran dan buah di lokasi GPM di Jalan Kuaran.

Dia pun berharap pada lain kesempatan, pelaksanaan GPM masih akan terus bisa dilaksanakan di tempat ini, dengan harapan supaya bisa menjangkau kebutuhan masyarakat akan pangan.

''Sebagaimana diketahui, saat ini, seperti beras kan mengalami kenaikan harga. Dengan adanya GPM ini, kita harapkan bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan beras maupun komoditas pangan lainnya dengan harga yang pastinya lebih murah dibandingkan harga di pasar,'' imbuh Mahyuddin.

Sementara itu, Kepala Bidang  Distribusi dan Ketahanan Pangan Dinal Husna mengungkapkan, respon masyarakat di Kelurahan Air Dingin  pada pelaksanaan GPM kali ini memang luar biasa. 

Dia mengaku senang, karena, pelaksanaan GPM kali ini berhasil menjangkau seluruh lapisan masyarakat khususnya di Bencah Lesung.

Pada pelaksanaan GPM ini, Dina menyebutkan, pihaknya menyediakan tak kurang dari 6,5 ton bahan pangan, terdiri dari 2 ton beras SPHP, 1 ton beras Anak Daro, 1/2 ton cabai, 1/2 ton bawang, 1 ton minyak goreng Minyakita, 1/2 ton gula.

Selain itu juga tersedia aneka komoditas pangan olahan ayam, telur dan aneka komoditas lainnya.

Pada pelaksanaan GPM kali ini, Dinas Pangan menyediakan harga pangan sebagai berikut:

1. Beras SPHP seharga Rp50.000 per kemasan 5 kilogram dari harga normal 

2. Telur Rp20.000 per 1/2 papan.

3. Minyak Goreng Rp12.000 per kemasan 1 liter

4. Gula Rp14.000 per kilogram

5. Beras Anak Daro Rp70.000 per kemasan 5 lilogram

6. Cabai Rp14.000 per 1/2 kilogram

7. Ayam potong Rp25.000 per kilogram

8. Daging beku Rp80.000 per kilogram

Selama pelaksanaan GPM di Kuaran, antrean warga masih terus berlangsung sampai seluruh komoditas yang disediakan habis terjual.

Pada kegiatan GPM ini, Dinas Pangan menata pembelian komoditas pangan dengan pembelian kupon bahan pangan yang harganya relatif lebih murah dari harga pasar.

H. Maisisco pada kesempatan itu juga menjelaskan GPM ini tidak memaksudkan menekan harga yng bisa merugikan petani. 

''Jadi kita memberikan harga tengah, petani tetap untung, warga pembeli juga untung,'' kata dia.(Galeri Foto) 

Terkini