PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan mulai mempersiapkan rencana penyaluran bantuan cadangan pangan untuk masyarakat untuk tahun 2024.
Bahkan, dijadwalkan, proses penyaluran bisa dilakukan pada periode akhir Januari atau awal Februari.
Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) yang dihadiri perwakilan dari Dinas Sosial, Bappeda, Perum Bulog dan PT Pos Indonesia yang dilaksanakan Rabu (17/01/2024) siang di Kantor DKP Cut Nyak Dhien.
Dalam kesempatan tersebut, terlebih dahulu dibahas terkait dengan posisi data calon penerima bantuan cadangan pangan tahun 2024 yang akan disalurkan pemerintah.
Asisten Manager Pelayanan Publik Perum Bulog Wilayah Riau Kepri Valdi Wiranata dalam penjelasannya mengungkapkan, memang terdapat perubahan data terhadap calon penerima program cadangan pangan tahun 2024, di mana, bila sebelumnya data jumlah penerima dikeluarkan oleh Kementerian Sosial, namun untuk tahun 20024 ini dikeluarkan oleh Kemenko PMK.

Perwakilan Bappeda Pekanbaru Tody K saat memberikan masukan terkait penyaluran bantuan cadangan beras pemerintah tahun 2024.
Selain itu, Valdi juga menjelaskan data terbaru yang diterima Bulog, terjadi peningkatan terhadap jumlah calon penerima manfaat, dari tahun 2023 yakni sebanyak 16.400-an kepala keluarga penerima, menjadi 17.000-an KK.
Saat ini, pihaknya masih melakukan persiapan untuk persiapan pelaksanaan penyaluran cadangan pangan berupa beras.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, H. Maisisco, pada kesempatan itu berharap pelaksanaan penyaluran beras cadangan pangan tahun 2024 ini bisa dilaksanakan segera mengingat tingginya harapan masyarakat.
Meski begitu, dia berharap, untuk pendistribusian itu tetap mengacu pada kaidah dan data yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang dalam hal ini ditetapkan oleh Kemenko PMK.
''Harapan kita semakin cepat disalurkan akan semakin baik, sehingga bisa langsung bemanfaat untuk masyarakat khususnya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan keluarga. Namun, petunjuk teknisnya tetap harus diperhatikan, sehingga tidak menimbulkan permasalahan di belakang hari,'' jelas Maisisco.
Pekanbaru sendiri, diketahui merupakan salah satu daerah di Provinsi Riau yang telah selesai melakukan verifikasi dan validasi data terhadap jumlah calon penerima bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) tahun 2024 yang akan disalurkan oleh Perum Bulog melalui Kantor Pos.
Hanya saja, untuk data penerima bantuan CBP yang digunakan pada tahun 2024 adalah data dari DP3KE Kemenko PMK. Ini berbeda dibandingkan tahun 2023, dimana penerima bantuan diambil dari data Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial RI.

Perwakilan dari DInas Sosial Pekanbaru saat memberi masukan terkait data penerima bantuan.
Sementara itu perwakilan Bappeda Pekanbaru, Tody menekankan tentang pentingnya penetapkan prioritas program penyaluran beras cadangan pangan dengan kesejalanannya upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.
''Harapan kita, prioritas utama dalam penyaluran beras cadangan pangan ini adalah kelompok masyarakat dalam kategori kemiskinan ekstrem yang jumlahnya di Pekanbaru ada di jumlah 708 kepala keluarga.
.jpg)
Perwakilan Kantor Pos Pekanbaru saat menyampaikan kesiapan untuk penyaluran program CBP 2024.
Penegasan ini, dijelaskan Tody penting untuk dilakukan mengingat kelompok miskin esktrem merupakan salah satu prioritas utama penyelesaian kemiskinan di Kota Pekanbaru yang selalu ditekankan Pj. Wali Kota.
Dia berharap dengan penanganan kemiskinan ekstrem di lapis pertama penyeluran beras cadangan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu ini, diharapkan akan bisa membantu mereka keluar dari kemiskinan ekstrem itu.
Pada kesempatan itu, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna juga membahas tentang teknis penyaluran beras cadangan pangan untuk daerah-daerah jauh dan perbatasan agar bisa dilaksanakan di kantor camat dan kelurahan terdekat.
''Kemarin dari survei yang kita lakukan, banyak keluhan yang disampaikan warga adalah terkait lokasi penyaluran yang terlalu jauh, sehingga biaya yang dikeluarkan warga untuk mengambil beras bantuan ini cukup besar, bahkan hampir sama dengan nilai beras bantuan,'' kata dia.
''Kita harapkan untuk daerah-daerah yang jauh dari pusat kota, berada di perbatasan dan ujung Pekanbaru, agar bisa disiasati pendistribusian bisa dilakukan melibatkan pemerintah kecamatan atau kelurahan,'' ajak dina.
Sementara itu, perwakilan Kantor Pos, Mahdi pada kesempatan tersebut mengaku kesiapan lembaganya untuk mendukung penyaluran beras CBP pemerintah tahun 2024. Dan dia berharap ini akan mampu terdistribusi dengan baik layaknya tahun sebelumnya.
Mahdi pun menjelaskan, sejauh ini, tidak ada kendala dalam penyaluran bantuan beras pemerintah kepada masyarakat tidak mampu di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru.
''Sejauh ini tidak ada permasalahan, dan kita harapkan untuk tahun 2024 ini juga bisa lebih baik lagi,'' kata dia. (Galeri Foto)