Sejak Awal 2024, Sebanyak 1.200 Ton Beras SPHP Sudah Didistribusikan Bulog Riau Kepri di Pekanbaru

Jumat, 26 Januari 2024 | 05:14:32 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H. Maisisco saat mempromosikan beras SPHP yang dijual pada pelaksanaan GPM.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Permintaan pasar untuk kebutuhan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Pekanbaru terus mengalami peningkatan signifikan di Kota Pekabaru.

Setidaknya, tak kurang dari 80 ton beras SPHP didistribusikan dari gudang Bulog Provinsi Riau Kepulauan Riau per harinya.

Bahkan, semenjak awal tahun 2024 lalu, totalnya sudah sebanyak 1.200 ton beras yang kini dipasarkan dalam kemasan 5 kilogram dan kemasan hijau kuning tersebut sudah terdistribusi di tengah masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Manager Operasional Bulog Riau Kepri, Parlurutan Siregar saat mendampingi kunjungan sekaligus peninjauan ketersediaan dan stok beras SPHP di Gudang Bulog Jalan Sudirman Pekanbaru pada Rabu (24/01/2024) lalu.

''Per harinya rata-rata sebanyak 80 ton beras SPHP yang didistribusikan kepada masyarakat, kalau dari awal tahun totalnya sudah 1.200 ton,''ungkap Parluhutan.

Tingginya permintaan untuk distribusi beras SPHP ini, sebut dia, tidak terlepas dari tingginya tingkat konsumsi beras SPHP oleh masyarakat semenjak ini diperkenalkan oleh pemerintah.

''Jadi beras SPHP ini kan memang kualitasnya sangat bagus, kualitasnya sudah premium. Tapi memang harganya lebih murah, dan diberi kemasan medium. Karena kualitasnya bagus itu makanya perlahan masyarakat mulai terbiasa untuk membeli beras SPHP ini,'' kata dia.

Dia juga menjelaskan, bahwa jumlah tersebut baru sebatar untuk di Kota Pekanbaru saja. Adapun untuk kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Riau, itu lain lagi.

''Ya, jadi itu baru untuk di Pekanbaru saja,  sedangkan untuk kabupaten dan kota lainnya juga didistribusikan dengan jumlah yang berbeda-beda lagi,'' kata dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H. Maisisco melakukan pengecekan terhadap kualitas beras SPHP di gudang Bulog.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, H Maisisco yang ditemui selepas peninjauan mengapresiasi beras SPHP yang terus mendapat tempat di hati masyarakat khususnya di Kota Pekanbaru.

''Kita sangat mengapresiasilah tingginya penerimaan masyarakat terkait beras SPHP ini,'' ungkap dia.

''Mungkin karena masyarakat secara perlahan sudah melihat dan merasakan kualitasnya yang juga setara beras premium, namun harganya masih relatif lebih murah dan terjangkau,''ungkap H. Maisisco.

Dia pun berharap, dengan tingginya tingkat penerimaan masyarakat terhadap beras medium SPHP ini, diharapkan ini akan menjadi salah satu tolok ukur dari  indikator tingkat konsumsi beras oleh masyarakat di Kota Pekanbaru.

''Nah, selama ini, kan beras yang identik di konsumsi oleh masyarakat Pekanbaru ini kan kualitasnya premium, mulai dari beras sumbar seperti Anak Daro, beras solok dan sejenisnya. Bahkan, salah satu indikator penilaian terhadap harga beras yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) di Pekanbaru adalah beras premium. Dengan semakin meningkatnya penggunaan beras SPHP oleh rumah tangga, kami berharap ke depan, BPS menjadikan beras SPHP ini sebagai salah satu indokator penilaian terhadap inflasi dari harga pangan beras,'' kata dia.

''Dengan harganya yang relatif lebih murah, yakni Rp11.500 per kilogram atau Rp57.500 per kemasan 5 kilogram, idealnya, peningkatan penggunaan beras SPHP ini bisa menjaga stabilitas inflasi dari sektor beras. Apalagi untuk beras SPHP ini harganya diawasi ketat oleh pemerintah baik Bulog maupun pemerintah kabupaten dan kota,'' kata dia.

Pengecekan kualitas beras SPHP di gudang Bulog.

Bagi Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, saat ini yang menjadi penekanan adalah perihal distribusi dan harga.

''Pengawasan terhadap beras SPHP ini berada di bawah Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang ditingkat daerahnya dikoordinasikan oleh Dinas Pangan kabupaten dan kota,'' kata dia.

Beras-beras SPHP sendiri sejauh ini penyalurannya dilakukan oleh Bulog kepada Rumah Pangan Kita (RPK) yang telah ditunjuk oleh Bulog.

Beras SPHP merupakan jenis beras yang paling banyak diminati warga saat pelaksanaan GPM oleh Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru.

RPK ini hanya bisa menjual beras SPHP sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah yak ni RP57.500 per kemasan 5 kilogram.

''Jadi mereka hanya boleh menjual dengan HET yang telah ditetapkan. Kalau ada RPK yang mejual di atas itu, silakan dilaporkan kepada kami, dan akan diberikan sanksi, bahkan ancaman pemberhentian kerja sama oleh Bulog,'' jelas Maisisco.

Sementara itu, disinggung terkait dengan jumlah intervensi beras SPHP  terhadap distribusi total beras di Kota Pekanbaru, Maisisco mengaku kalau hal tersebut masih belum  dihitung.  Hal tersebut mengingat, pendistribusian beras  di Kota Pekanbaru tidak hanya oleh Bulog saja, namun juga dilakukan oleh distributor maupun pedagang langsung dari Sumatera Barat.  (Galeri Foto)

 

 

Terkini