Dialog Pagi di RRI, Kadis Pangan Pastikan Banjir dan Longsor Belum Pengaruhi Ketersediaan dan Harga Pangan di Pekanbaru

Senin, 29 Januari 2024 | 16:21:00 WIB
Dialog Pagi di RRI Dengan Topik Kondisi Pangan di Kota Pekanbaru Ditengah Kondisi Bencana Banjir dan Longsor. Senin, 29 Januari 2024.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H. Maisisco mengikuti  kegiatan Dialog Pagi di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 Pekanbaru.

Dialog pagi itu mengambil tema Kondisi Pangan di Kota Pekanbaru  di Tengah Kondisi Bencana Banjir dan Longsor

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H. Maisisco menjelaskan sejumlah persoalan dan upaya penanganan yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan dalam upaya menciptakan stabilias ketahanan pangan dan mencegah terjadinya fluktuasi harga pangan disebabkan kelangkaan produksi maupun solusi yang dilakukan bila mana faktor-faktor yang bisa mengganggu ketahanan pangan  tersebut terjadi.

Di pembuka acara, H. Maisisco menjelaskan,  kalau saat ini, kondisi ketahanan pangan di Kota Pekanbaru  masih mencukupi.

Meskipun kondisi cuaca masih cenderung berubah secara ekstrem, Pekanbaru masih bisa memenuhi angka kebutuhan bahan pangan yang dibutuhkan oleh warganya.

''Sejauh ini, untuk ketersediaan bahan kebutuhan pokok pangan masih cukup baik dan tersedia. Meski pun ada fluktuasi harga, namun, pada umumnya, apa-apa yang menjadi kebutuhan masyarakat masih tersedia dengan baik,'' ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan  H. Maisisco saat Dialog Pagi  Senin (29/1/2024) itu.

Maisisco menjelaskan, ketercukupan tersebut bersumber dari dua faktor, yakni produksi lokal maupun didatangkan dari luar kota Pekanbaru.

''Jadi, memang kita ini kan bukan sentra produksi pertanian. Sehingga sebagian besar pangan kita masih didatangkan dari daerah-daerah lain di luar Pekanbaru. Sementara sisanya dipenuhi oleh pertanian lokal,'' kata dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan menjadi nara sumber utama dialog pagi terkait  Kondisi Pangan di Kota Pekanbaru Ditengah  Musibah  Bencana Banjir dan Longsor.

Untuk hasil produksi lokal, sebut Maisisco, persentasenya berkisar 17-20 persen dari total kebutuhan. Dan sejauh ini, aktivitas penyediaan kebutuhan pangan tersebut masih cukup baik.

Begitu pun untuk bahan pangan yang didatangkan dari luar daerah, sejauh ini juga pasokannya lancar dan tidak menimbulkan gejolak ketersediaan di Pekanbaru.

''Ya, kita paham, perubahan cuaca secara ekstrem pasti membawa dampak signifikan terhadap sektor-sektor produksi, seperti halnya pertanian. Namun, sejauh yang kita pantau secara harian di Kota Pekanbaru, kondisinya masih aman, belum ada laporan kelangkaan  maupun fluktuasi harga,'' jelas Maisisco.

Situasi ini, dijelaskan Maisisco juga tidak terlepas dari upaya koordinasi dan sinergi yng terus dilakukan dalam upaya tetap memastikan ketersediaan bahan pangan di Kota Pekanbaru.

''Seperti halnya cabai, bawang, kita kan memang mengandalkan pasokan dari luar daerah seperti Sumbar, Sumut, Aceh, bahkan kabupaten dan kota di luar Pekanbaru, seperti Kota Dumai, Kampar,'' jelas Maisisco.

Suasana dialog pagi di RRI Pro 2 Pekanbaru.

''Begitu terjadi kenaikan harga seperti yang terjadi periode akhir 2023 lalu, kita langsung berkoordinasi dengan daerah-daerah penghasil itu. Kebetulan memang kita ada kesepakatan, sehingga, suplai tidak sampai putus, atau harga tidak sampai melonjak terlalu lama,'' kata dia.

''Untuk cabai, misalnya, begitu harga di Pekanbaru naik, kita langsung melakukan pengecekan ke sentra produksi terkait penyebab kenaikan dan produksi. Kalau kendalanya adalah produksi, maka kita mencari ke daerah-daerah lain di sekitar,'' Jelas Maisisco.

Karena itulah, sebut Maisisco, ketika harga cabai melonjak kala itu, DKP melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) bisa mengintervensi pasar dengan mendatangkan cabai dari daerah lain. 

''Jadi ketika itu, kita dalam beberapa pekan bisa menekan kenaikan harga dari Rp80.000 per kilogram menjadi normal di Rp50.000 per kilogram,'' papar dia.

Begitu pun, Maisisco menjelaskan, inti dari pelaksanaan GPM bukan untuk menekan harga dari petani secara semena-mena.

''Intervensi terhadap harga melalui GPM yang dilakukan ini, lebih kepada upaya menciptakan titik keseimbangan, sehingga tetap mampu mempertahankan stabilitas harga yang bisa memicu terjadinya inflasi. Kita juga tak ingin karena kebijakan kita petani merugi. Karena itulah, peran Dinas Ketahanan Pangan adalah untuk menciptakan situasi pasar yang kondusif, warga tetap bisa membeli, petani tetap mendapatkan untung,'' jelas Maisisco.

Langkah-langkah yang sama juga dilakukan untuk komoditas lainnya  seperti beras, gula, minyak goreng.

''Untuk beras kita berkoordinasi bersama bulog. Untuk gula dan minyak goreng, kita berkoordinasi dengan distributor. Alhamdulillah, sejauh ini, meskipun terjadi perubahan cuaca ekstrem yng menyebabkan banjir di beberapa daerah sentra produksi, maupun di Provinsi Riau, namun harga masih tetap terjaga stabilitasnya,'' kata dia.

Suasana dialog 

Maisisco juga menjelaskan, bahwa Kemendagri bersama seluruh pemerintah daerah, termasuk Pemko Pekanbaru secara rutin melaksanakan koordinasi untuk mamastikan pengendalian inflasi hingga batas maksimal yang sudah diwanti-wanti pemerintah, yakni 3 plus minus 1.

Sejauh ini, jelas Maisisco, koordinasi, termasuk melalui Tim Panggulangan Inflasi Daerah (TPID) juga terus dilaksanakan guna memastikan bukan saja harga, namun juga persediaan bahan kebutuhan pokok selalu terkawal.

''Jadi sinergi ini tak hanya antar pemerintah, namun juga melibatkan Satgas Pangan, termasuk juga distributor dan pedagang besar yang memang ditujukan untuk langsung mengintervensi dalam bentuk kebijakan,'' ungkap Maisisco.

Begitu pun, Maisisco berharap agar kondisi ketahanan pangan di Kota Pekanbaru tetap terjaga. ''Dan Dinas Ketahanan Pangan juga mempunyai tugas dan fungsi dalam memastikan ketersediaan bahan pangan tersebut di tengah masyarakat,'' kata dia.

Termasuk dengan kondisi alam yang saat ini terganggu dengan banyaknya musibah banjir dan longsor khususnya di daerah sentra produksi. ''Kita berharap banjir dan longsor yang terjadi ini juga bisa segera berakhir,  sehinga kondisi pasokan bahan pangan juga bisa kembali pulih dan jalur-jalur transportasi yang  terkendala juga bisa kembali dilalui secara normal.(galeri foto)

 

Terkini