Melirik Geliat Usaha KWT Eka Sari Tangguh: Cabainya Subur, Sekali Panen Bisa Hasilkan 0.5 Kilogram per Pohon

Jumat, 09 Februari 2024 | 09:17:31 WIB
Kelompok Wanita Tani (KWT) Eka Sari Tangguh di lokasi Gerakan Menanam Cabai di Jalan Naga Sakti Pekanbaru.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Sejumlah tanaman sayuran dan buah yang dipajangkan yang dipajang oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Eka Sari Tangguh di lokasi Gerakan Menanam Cabai di Jalan Naga Sakti Pekanbaru mencuri perhatian banyak pengunjung yang hadir pada kegiatan tersebut.

Tanaman cabai rawit, terung, seledri dan tomat yang mereka displai atau pajangkan sebagai salah satu peserta pameran di gelaran tersebut terlihat sangat sehat dan berkarakter.

Batang pohon cabai yang sehat, buah yang sangat-sangat lebat serta sangat terkesan terawat. itulah gambaran dari contoh tanaman yang mereka tampilkan di pameran tersebut.

Pengunjung banyak terkesima melihat pohon cabai dan buah juga sayuran yang dikelola KWT Eka Sari Tangguh yang sangat subur dan berbuah lebat.

Bila biasanya tanaman contoh ini adalah yang terbaik, ternyata bagi anggota KWT Eka Sari Tangguh, ini hanya contoh dari ribuan batang tanaman buah dan sayuran yang mereka tanam dari bibit yang semenjak bulan September 2023 lalu mereka semai.

''Memang seperti ini semua Pak, kalau mau melihatnya, kami persilakan ke lahan demplot kami di Labuh Baru Timur,'' ungkap Rosidah, ketua KWT Eka Sari Tangguh saat ditemui di sela pameran.

Rosida saat menunjukkan jenis cabai unggul yang mereka tanam yang perbatangnya bisa menghasilkan 1/2 kilogram setiap panen.

Dia pun menjelaskan, bahwa tanaman apa yang mereka pamerkan merupakan contoh dan hanya sebagian kecil dari apa yang mereka kelola. Karena, di lokasi demplot yang dikelola, ada lebih banyak lagi jenis tanaman yang dibudidayakan.

''Kalau di lokasi kita, ada berbagai macam sayuran dan buah. Semuanya sudah siap panen dan dipelihara dengan baik,'' ungkap dia.

Meski punya hasil pertanian yang relatif baik, namun anggota KWT Eka Sari Tangguh sedianya bukanlah para ibu tani. Kebanyakan mereka adalah ibu-ibu perkotaan yang aktivitas kesehariannya bukanlah sebagai petani. Namun begitu, mereka punya keinginan yang kuat untuk bisa menghasilkan komoditas pertanian yang bisa membanggakan bagi seluruh anggotanya.

Bunga kol salah satu jenis tanaman sayuran yang ikut dibudidayakan KWT  Eka Sari Tangguh, padahal tumbuhan ini sangat tergantung kondisi cuaca.

Meskipun usia dari KWT ini masih relatif muda, karena baru berdiri pada tahun 2022 lalu, namun hasil pertanian yang mereka kelola tak kalah hebat dibandingkan pertanian profesional.

Itu, dijelaskan Rosidah, atau yang akrab disapa Rossi ini tidak lepas dari komitmen bersama untuk bisa memberikan yang terbaik dan dukungan dari penyuluh pertanian yang secara rutin melakukan pembinaan terhadap mereka.

''Kami didampingi Pak Mahoni, jadi setiap ada masalah, kami berkonsultasi, dan memang banyak yang bilang, hasil pertanian kami ini  bagus, Ya Alhamdulillah,'' ungkap Rossi.

Dia menjelaskan, memang peran penyuluh berperan besar dalam memberikan bimbingan dan sharing pengetahuan terkait bercocok tanam bagi 20 orang kaum ibu yang menjadi anggota dari KWT ini.

Begitu juga penyuluh berperan untuk memberikan motivasi agar anggota bisa berpikir jauh ke depan untuk hasil pertanian yang ingin dicapai.

''Kalau sekarang, Alhamdulillah, untuk tugas-tugas mulai dari pembibitan, pemeliharaan, pemupukan, semua sudah berjalan baik, dan secara rutin setiap hari ada petugas yang bertanggung jawab,'' kata dia.

Kerja keras yang mereka lakukan saat ini pun diakui Rosi sudah mulai membuahkan hasil. Karena, saat ini, bukan sekadar menjadi lahan untuk budidaya pertanian dan emngisi waktu, lahan yang mereka kelola juga kini telah menghasilkan dan hasil itu sudah bisa dinikmati anggota.

''Sekarang ini, kami sudah mulai bisa menghasilkan. Cabai, terung, bayam, kangkung, tomat, sudah panen, dan hasilnya juga cukup menggembirakan,'' jelas dia.

Misalkan saja, untuk cabai rawit, per batang saja, sekali panen bisa menghasilkan 1/2 kilogram.Itu belum lagi sayuran, yang hasilnya bisa dinikmati warga di sekitar lokasi lahan KWT.

''Dari pertanian yang kita garap semenjak september kemarin saja, kita sudah bisa menabung. Sudah punya uang tabungan bersama kami. Uang itu yang kami gunakan untuk kegiatan, termasuk untuk pemeliharaan rutin. Karna sudah ada hasilnya, tentu saja itu memotivasi kita,'' ungkapnya.(galeri foto)

Terkini