PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru menjamin ketersediaan beras selama memasuki momen Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri.
Karena itulah, Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk tidak panik tentang ketersediaan beras maupun kemungkinan terjadinya fluktuasi harga.
''Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu gusar dengan ketersediaan beras di Kota Pekanbaru. Sejauh ini, ketersediaan beras kita mencukupi,''ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru H. Maisisco.
Maisisco menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan beras di Kota Pekanbaru.
''Bulog menjelaskan, saat ini di Pekanbaru masih ada stok sebanyak 27.000 ton beras, artinya sangat-sangat mencukupi,'' jelas Maisisco.
Bulog juga memastikan bahwa setiap harinya, mereka mendistribusikan sebanyak 80 ton beras kepada masyarakat Pekanbaru dalam bentuk beras SPHP.
Memang, jelas dia, jumlah ini belum seluruhnya. Pemko juga berkoordinasi dengan pedagang lngsung maupun petani yang menguasai sekitar 2/3 pasar penjualan beras di Pekanbaru.
''Sejauh ini, tidak ada kendala. Karena itulah, kami mengajak masyarakat Pekanbaru tidak perlu panik terbawa informasi yang mengatakan kelangkaan beras. Itu tidak benar,'' jelas Maisisco.
Untuk beras SPHP pun sekarang penjualannya sudah semakin diperluas, tak hanya melalaui Rumah Pangan Kita (RPK) namun juga dijual melalui kios-kios umum maupun gerai ritel seperti indomaret dan alfamart.
''Jadi dimanapun masyarakat, bisa mendapatkan beras SPHP ini,'' kata dia.
Namun, bila kaitannya dengan pilihan kebiasaan konsumsi masyarakat, Maisisco mempersilahkan kepada masyarakat untuk memilih, apakah memilih mengkonsumsi beras SPHP atau beras premium seperti anak daro dan sejenisnya.
''Yang pasti beras SPHP ini juga kualitasnya premium. Namun harganya lebih murah karena diberikan subsidi oleh pemerintah. Nah, kalau beras premium, memang murni dijual berdasarkan permintaan pasar. Jadi tinggal dipilih mana yang diinginkan saja,'' jelas Dia.
Pada kesempatan itu, Maisisco juga mengajak masyarakat Kota Pekanbaru untuk secara bersama-sama mengawasi praktik-praktik perdagangan yang bisa merugikan masyarakat, seperti halnya penjualan beras SPHP di atas harga eceran tertinggi.
''Kalau ada yang menjual beras SPHP di atas HET, laporkan kepada kita, akan kita tindak. Kalau ada yang melakukan aksi borong akan kita tindak,'' kata Maisisco.
Situasi yang sama juga berlaku untuk komoditas pangan lainnya. Hal tersebut sebagai bukti kalau pemerintah hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat terhadap harga komoditas pangan yang memang menjadi kebutuhan.
''Pastinya, menjelang momen hari besar keagamaan seperti Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri, pasti akan terjadi fluktuasi harga. Namun, sejauh masih dalam batas yang bisa ditolerir, pemerintah tetap melakukan pemantauan. Namun, bila kondisinya terus mengalami kenaikan, maka disana pemerintah akan melakukan langsung intervensi, mulai dari pemantauan harga pasar, gerakan pangan murah maupun bentuk operasi pasar,'' ungkap dia.(R04)