Memperkaya Literasi Siswa dengan Nonton Film Pendek di Studio Mini Perpustakaan Tenas Effendy

Senin, 04 Maret 2024 | 14:40:33 WIB
Sejumlah siswa memanfaatkan fasilitas studio mini di Perpustakaan Tenas Effendy untuk menjelaha ilmu pengetahuan melalui literasi media film.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Literasi dan ilmu pengetahuan bisa didapatkan dari berbagai sumber dan referensi.

Perkembangan teknologi dan pengetahuan juga berperan untuk bisa menambah daya dukung terhadap upaya tersebut. Salah satunya adalah melalui pemanfaatan tenologi multi media seperti studio mini di perpustakaan.

Penyediaan fasilitas pendukung untuk peningkatan fungsi literasi ini juga dimiliki oleh Perpustakaan Tenas Effendy, yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru.

Siswa  SD IT Al Kindi menjadi salah satu dari sekolah yang mendapatkan kesempatan memanfaatkan layanan studio mini ini dalam upaya pengembangan literasi dalam proses pembelajaran di perpustakaan.

Para siswa mengikuti nonton bareng di studio mini Perpustakaan Tenas Effendy.

Saat kunjungan LiteraTour siswa SD IT Al Kindi pada 27-29 Februari 2024 lalu, para siswa secara bergantian melakukan nonton bareng film berjudul “Budi Pekerti”, “Bullying” dan “Puteri Kaca Mayang”.

Tersedianya ruang mini studio yang mirip dengan studio mini yang ad di bioskop-yang ada di Perpustakaan Tenas Effendy Kota Pekanbaru ini pun disambut gembira oleh anak-anak.

Pustakawan memberikan penjelasan tentang proses belajar menggunakan studio mini di Perpustakaan Tenas Effendy yang menyenangkan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Hj. Erna Juita, SH. M.Si, Senin (4/3/2024) mengungkapkan perpustakaan tidak melulu soal buku saja, tetapi bisa juga menonton.

Anak-anak bisa mendapatkan edukasi mengenai isi cerita maupun karakter dalam filmpengenalan salah satu ruang layanan perpustakaan menjadi upaya peningkatan literasi melalui pembelajaran berbasis multi media termasuk film.

Para siswa mengikuti nonton film edukasi di studio mini Perpustakaan Tenas Effendy.

Apabila dilihat dari kemajuannya, sebut Hj Erna,  teknologi dan industri perfilman sangat berhasil menarik minat generasi muda untuk menyaksikan film.

“Peluang ini harus bisa dimanfaatkan, bagaimana perpustakaan, buku dan juga kegiatan literasi lainnya bisa sama menariknya dimata generasi muda,” ujarnya.

Menonton film, lanjut Erna merupakan salah satu kegiatan yang ada dalam program LiteraTour. Film yang diputar berperan sebagai penarik perhatian yang sifatnya menghibur sehingga siswa dapat lebih aktif dan termotivasi dalam belajar.

“Literasi bukanlah sekadar kegiatan membaca dan menulis saja. Lebih dari itu, literasi dipahami sebagai kemampuan mengakses, mencerna, dan memanfaatkan informasi. Inilah harapan kami, setiap anak mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi apapun yang diterimanya,” jelasnya.

Usai menonton, lanjut Erna, siswa bisa diajak dan  diminta untuk menjelaskan sinopsis film, karakter tokoh serta pesan dalam cerita tersebut.

Nah, ruang mini studio merupakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini dapat digunakan oleh sekolah maupun komunitas sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, pelatihan, atau acara berkaitan dengan media audio visual.

Dengan kapasitas yang mencapai 43 orang, ruang ini dapat menjadi tempat yang ideal untuk berbagai keperluan belajar dan berbagi pengetahuan dalam konteks audio visual.

Untuk melakukan peminjaman ruangan, pihak yang berminat dapat mengirimkan surat permohonan resmi.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi layanan call center 0813-7809-1515.(Advertorial)

Terkini