Puluhan Kaum Ibu Antusias Ikut Pelatihan Mengolah Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal

Rabu, 05 Juni 2024 | 13:24:01 WIB
Suasana pelatihan mengolah pangan lokal di LKP Helmi.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Sebanyak 30-an orang kaum ibu dari tiga kelompok kampung pangan di Kota Pekanbaru mengikuti pelatihan mengolah pangan berbasis sumber daya lokal  hari pertama yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Rabu (5/6/2024).

Pelatihan dilaksanakan di pusat latihan keterampilan (LPK Helmi) di Jalan Gato Subroto Pekanbaru.

Seluruh peserta langung dibimbing membuat olahan pangan dengan memanfaatkan potensi pangan lokal dengan dikreasikan menjadi makanan yang bukan saja menarik dari tampilannya, namun juga enak untuk dimakan dan memenuhi syarat sehat dan bersih.

Adapun dua mentor yang memimpin pelatihan masing-masing adalah  Ibu Hemiati dan Chef Titan Firdusi.

Adapun pelatihan yang diberikan adalah cara membuat  Cassava Roll Cake serta Spicy and Cheese Crispy Bals.

Tampak kaum ibu yang menjadi peseta sangat bersemangat dan antusias untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan.

Meskipun pada umumnya mereka adalah ibu-ibu yang setiap hari berkarya mengolah pangan sebagai sarana usahanya, namun, pelatihan tersebut tetap memberikan semangat dan menarik antusiasme mereka dalam belajar mengolah bahan pangan berbasis sumber daya lokal.

''Sangat senang sekali, sangat menarik dan memberikan pengetahuan baru kepada kami bukan saja cara membuat, namun juga mengolah bahan baku panganan dan kue yang benar,'' ungkap salah seorang ibu peserta.

Pelaksanaan pelatihan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal ini sendiri dilaksanakan selama 4 hari, dimana para peserta yang tergabung dalam kolompok kampung pangan mengikuti pelatihan mulai dari mengolah pangan juga kemampuan dalam memasarkan produk melalui platform digital dan media sosial.

Selain materi pelatihan, peserta yang sebagian besar  berasal dari pelaku usaha UMKM ini juga dipertemukan dengan kalangan perbankan dalam upaya melakukan tumbuh kembang usaha melalui penguatan modal maupun pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru H. Maisisco saat ditemui selepas pembukaan acara yang dilaksanakan Selasa (4/6/2024) lalu menyebutkan pelatihan yang dilaksanakan ini ditargetkan bukan hanya sebatas pelatihan, melainkan bagaimana memunculkan kampung pangan unggulan yang bisa menghasilkan komoditas pangan olahan yang menarik, aman dikonsumsi dan laku di pasar.

''Kita ingin pelatihan ini bisa mendukung pada terjadinya penguatan ekonomi masyarakat lewat kelompok kampung pangan. Kita harapkan ke depannya juga bisa melahirkan brand-brand kuliner unggulan khas pekanbaru, karena selama ini Pekanbaru memang belum memiliki,'' ungkap H. Maisisco didampingi Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna.

Karena itulah, sebut dia, pelatihan ini tidak sekadar meningkatkan kemampuan mengolah pangan, namun juga bagaimana membuat Kampung pangan bisa bersaing untuk mendapatkan pasar pangan olahan/kuliner yang ada lewat strategi pasar yang benar.

Tahun 2024 ini, setidaknya ada 8 kampung pangan yang mendapat dukungan dari pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan berupa penyerahan bantuan alat pengolahan pangan basis sumber daya lokal.

Masing-masing kampung pangan inilah yang diikutisertakan dalam pelatihan mengolah pangan sekaligus peningkatan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran produk.

Tampak hadir memantau dan memotivasi para peserta  pada pelaksanaan pelatihan mengolah pangan olahan berbasis sumber daya lokal di LPK Helmi tersebut Kepala Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna dan Sub Koordinator Distribusi Pangan Ibu Zulmaniah juga jajaran.

Untuk pelatihan pengolahan pangan sendiri per harinya diikuti oleh tiga kelompok dengan anggota per kelompok yakni sebanyak 10 orang.(*)

 

 

 

 

 

Terkini