Pj. Wali Kota Pekanbaru Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi, Rupiah Rp16.000 Terhadap Dolar Ikut Dibahas...

Kamis, 27 Juni 2024 | 06:02:41 WIB
Pj. Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian inflasi Kota Pekanbaru, Rabu (26/6/2024).

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru kembali melaksanakan Rapat Koordinasi dalam rangka pengendalian inflasi, Rabu (26/6/2024) petang.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa.

Salah satu informasi yang dibahas adalah hasil rapat bersama Menteri Dalam negeri berkaitan dengan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dolar yang kini sudah menembus di atas Rp16.000.

Risnandar mengajak seluruh OPD terkait di lingkungan Pemko Pekanbaru untuk bersama-sama memantau dan memastikan langkah-langkah terkait kondisi kenaikan nilai tukar rupiah.

Dia menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah ini diperkirakan akan ikut menyumbang terhadap kondisi inflasi tak hanya secara nasional, namun juga di daerah.

Pada kesempatan itu, Risnandar juga mengapresiasi kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pekanbaru sebagai daerah terbaik di wilayah Sumatera.

Dan dia berharap kondisi ini terus dipertahankan dengan langkah-langkah konkret dalam bentuk tindakan dan intervensi yang bisa dilakukan terhadap fluktuasi harga yang mungkin saja terjadi.

Pada kesempatan tersebut, juga dilaporkan kondisi perkembangan inflasi Kota Pekanbaru month to month (bulan ke bulan) dimana, untuk periode April ke Mei terjadi peningkatan sebesar 0,52 persen, atau lebih tinggi dari angka inflasi nasional sebesar -0,03 persen serta provinsi Riau sebesar 0,3 persen.

Kenaikan pada periode ini dipicu oleh pergerakan harga menjelang momen hari besar keagamaan, Idul Adha beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data BPS,  beberapa penyumbang utama inflasi di antaranya adalah, cabai merah (0,25 persen), nasi dengan lauk (0,11 persen), emas perhiasan (0.09 persen), bawang merah (0,05 persen).

Adapun komoditas yang mengalami deflasi tersebesar adalah biaya angkutan udara sebesar (0.09 persen).

Berkaitan dengan kenaikan tersebut, Pj. Wali Kota Risnandar juga meminta dilakukan langkah yang mendukung pada terciptanya stabilitas harga lewat program-program dan intervensi yang mungkin dilakukan yang didasari kecenderungan harga dan kelancaran pasokan terhadap komoditas yang berpotensi terjadi kenaikan.

Dia mencontohkan, salah satunya ke depan akan ada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sementara itu, pada kesempatan itu juga dibahas perihal stok cadangan pangan beras di Kota Pekanbaru. Dimana, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kot Pekanbaru melaporkan bahwa per Juni 2024 ini, stok cadangan beras milik Pemko Pekanbaru di Gudang Bulog masih tersedia sebanyak 12 ton.

Stok tersebut akan dikeluarkan bila mana ada situasi yang memerlukan seperti terkait kebencanaan.

Pada momen itu, juga dibahas sejumlah penyebab kenaikan angka inflasi, yang disebabkan beberapa kondisi dari kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

Seperti berkaitan dengan kenaikan HET beras SPHP dari sebelumnya Rp11.500 per kilogram per awal Juni 2024 naik menjadi Rp13.500 per kilogram.

Kenaikan tarif tol Pekanbaru-Dumai juga potensial menyebabkan kenaikan harga sejumlah komoditas yang didatangkan dari wilayah Sumatera Utara.(R04)

 

 

 

 

Terkini