PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dalam upaya menekan jumlah food waste (sampah makanan), Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru melaksanakan kegiatan Analisis Food Waste.
Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan selama 2 bulan ke depan dengan mengambil sampel target yakni sebanyak 80 lokasi yang berpotensi untuk menghasilkan sampah makanan.
Kegiatan ini dimulai dengan pelaksanaan coaching (pelatihan) terhadap tenaga surveyor yang akan diturunkan ke lapangan.
Kepala DKP Pekanbaru H Maisisco didampingi Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan yang memimpin pembukaan coaching berharap survei ini nantinya akan bisa memetakan potensi dan jumlah food waste (sampah makanan) yang dihasilkan dari seluruh unit sampel yang akan diteliti.
Selain itu, DKP juga berharap mendapatkan gambaran tentang sistim pengelolaan food waste dari tiap-tiap unit sampel sehingga diketahui dengan pasti potensi pangan yang selama ini berpotensi menjadi food waste dan petuntukannya.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKP Pekanbaru Ismail mengungkapkan kegiatan ini merupakan salah satu dari upaya pemerintah untuk menekan populasi sampah makanan dengan meningkatkan upaya koordinasi sehingga ke depannya sampah makanan tersebut tetap bisa bermanfaat.
''Jadi masing-masing sampel yang kita akan survei ini kan sudah punya pola sendiri dalam mengelola sampah makanan ini. Ada yang dibuang, ada yang diolah kembali, ada juga yang dibagikan kepada masyarakat sehingga tetap mempunyai nilai manfaat. Nah, itulah yang ingin kita ketahui sehingga bisa diambil solusi atas permasalahan food waste ini,'' jelas Ismail.
Dia juga menjelaskan, ke depannya, pihaknya berharap akan ada forum yang berperan untuk mengelola food waste ini, sehingga bisa terus menekan jumlah sampah makanan di tengah masyarakat.
''Survei yang akan kita laksanakan ini akan fokus di sejumlah tempat, seperti hotel, rumah makan, restoran, pasar dan beberapa lainnya,''ungkap dia.(R04)