PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kota Pekanbaru mengalami deflasi secara perekonomian pada periode Juli 2024.
Deflasi tersebut disebabkan terjadi sejumlah penurunan cukup signifikan terhadap harga sejumlah komoditas pangan dan jasa pada periode tersebut.
Hal tersebut terungkap dalam Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru yang diumumkan pada Jumat (1/8/2024) lalu dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Sekdako Pekanbaru.
Dimana disebutkan bahwa pada periode Juli 2024, dalam hitungan mounth to mounth (bulan) ada penurunan angka inflasi sebesar 0,58 persen.
Bila pada Juni 2024 lalu, angka inflasi tercatat sebesar 3,12 persen, pada Juli 2024 tercatat 2,21 persen.
Dari data yang diumumkan, dijelaskan bahwa penyumbang utama deflasi pada periode Juli 2024 adalah berasal dari kelompok makanan dan minuman, juga tembakau dengan andil sebesar 0,72 persen.
Sementara kelompok penyumbang utama inflasi lainnya adalah cabai merah, bawang merah, tomat, ayam hidup, minyak goreng, buncis, sawi putih, sawi hijau dan ketimun.
Sekdako Pekanbaru, Indra Pomi menjelaskan, meski sempat mengalami kenaikan di awal Juli karena kenaikan beberapa harga komoditas, khususnya pangan, namun, memasuki dua minggu terakhir, terjadi penurunan harga beberapa komoditas.
Situasi positif ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution selepas memimpin Rapat Inflasi yang mendengarkan paparan Badan Pusat Statisitik terkait kondisi Inflasi di Kota Pekanbaru, Kamis (1/8/2024).
''Secara umum kita melihat kondisi bulan ini deflasi. Kalau bulan lalu mengalami inflasi sebesar 3,12 persen, pada bulan Juli ada penurunan menjadi 2,21 persen atau turun sekitar 0,58 persen,'' ungkap Indra Pomi.
Indra Pomi, secara luring mengimbau kepada seluruh jajaran, baik Dinas Ketahanan Pangan, Disperindag, Dinas Pertanian, kecamatan untuk tetap memantau pergerakan situasi, khususnya pasar.
''Saya imbau kepada seluruhnya untuk tetap memantau, khususnya camat, pantau kondisi harga di pasar-pasar di wilayah anda dan laporkan. Kemudian, Disperindag, tetap laksanakan kkordinasi dengan distributor untuk memastikan pasokan komiditas kebutuhan harian seperti beras, gula, minyak goreng, tetap terjaga,'' kata dia.
Indra Pomi juga mengajak Dinas Ketahanan Pangan untuk tetap melakukan pamantauan di pasar dan tetap memantau ketersediaan pasokan dari daerah-daerah penghasil, sehingga tidak terjadi kelangkaan atau kenaikan harga komoditas.(R04)