PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) H. Maisisco menyampaikan pentingnya dukungan dan peran serta dari jajaran RT dan RW maupun Pemerintah Kelurahan dalam penyaluran beras cadangan Pangan pemerintah (CPP).
Hal tersebut utamanya untuk memastikan penyaluran beras bantuan pemerintah untuk masyarakat miskin tersebut bisa tepat sasaran, cepat dan mampu mendukung pada verifikasi dan validasi data penerima di lapangan.
Itu diungkapkan Kepala DKP H. Maisisco dalam Dialog Interaktif RRI Pekanbaru, Senin (5/8/2024) pagi tadi.
Dijelaskan H. Maisisco, dalam penyalurannya, beras CPP ini masih menghadapi kendala, terutama terkait data penerima.
''Data penerima ini bisa jadi berubah dikarenakan perubahan situasi di tengah masyarakat, seperti penerima meninggal dunia, pindah domisili, pengurangan maupun penambahan data. Kondisi tersebut membutuhkan verifikasi dan falidasi data yang dilaksanakan dari tingkat RT dan RW,'' jelas H. Maisisco.
Termasuk bila ada yang selama ini tidak mendapatkan, padahal dia layak untuk mendapatkan. ''Perubahan data itu, informasinya hanya ada di RT dan RW yang kemudian diteruskan ke tingkat kelurahan,'' ungkap dia.
Memang, dijelaskan H. Maisisco, tidak serta merta data penerima itu bisa ditambah atau diubah. Karena, data tentang siapa yang berhak menerima dikeluarkan oleh Kementerian PMK dalam bentuk data P3KE.
''Ada tahapan-tahapan dan mekanisme yang dilaksanakan dalam proses perubahan tersebut. Karena itu juga, waktu perubahan data itu pun tidak bisa serta merta. Melainkan melalui proses verifikasi dan validasi, itu pernah saya tanyakan langung kepada Bapanas,''ungkap Maisisco.
Karena itulah, dia juga berharap warga juga pro aktif menginformasikan melalui RT dan RW bagaimana mereka yang belum terdata untuk bisa diusulkan.
Pada kesempatan tersebut, Maisisco juga menjelaskan perihal kendala dalam penyaluran beras kepada masyarakat yang disebabkan jauhnya jarak tempuh menuju titik pengambilan yang sudah ditentukan.
Bagi Pemerintah, jelas Maisisco, semakin mudah msyarakat mengakses lokasi penyaluran tentunya akan semakin baik. Karena, selain bisa mengurangi beban biaya, hal tersebut juga akan menghemat waktu.
''Warga ini kan bekerja, jadi terkadang kalau terlalu jauh juga kan tidak efektif, karena membutuhkan waktu,'' kata dia.
Pada kesempatan itu, Maisisco juga menjawab beberapa pertanyaan warga yang disampaikan dalam forum dialog pagi ini.
Salah satu audiens sempat menanyakan perihal verifikasi dan validasi data yang yang dilaksanakan untuk tahap III yang akan segera dilaksanakan pekan depan.
Selain itu, ada juga warga yang menanyakan perihal mekanisme pengusulan baru terhadap warga kurang mampu yang belum mauk data sebagai penerima.
Sementara itu, Manager Bisnis Bulog Kanwil Riau Kepri, Ary Atfaliyah Rianti dalam dialog tersebut juga menjelaskan, bahwa dalam pendistribusian beras CPP ini, Bulog melakukan kerja sama dengan PT Pos Indonesia sebagai transporter.
PT Pos Indonesia lah yang nantinya akan lebih banyak berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dalam penyaluran beras ini.
Bulog sendiri merencanakan penyaluran sudah mulai dilakukan pada pekan depan.
Nah, dalam proses tersebut, dia juga menjelaskan, untuk data penerima sudah ada dan tinggl menunggu kesiapan dari transporter saja.
Karena itulah, dia juga mengajak masyarakat untuk mulai memantau terkait jadwal penyaluran di tiap-tiap wilayah.
''Untuk saat ini, di Riau memang belum ada daerah yang melakukan penyaluran. Namun untuk provinsi Riau, totalnya ada 316.751 penerima bantuan pangan dengan alokasi kuantum per bulannya 3.167 ton untuk 1 alokasi,'' ungkap Lia.
Adapun untuk Kota Pekanbaru, dari data terakhir yang kami terima total penerima beras bantuan pangan pemerintah adalah sebanyak 17.112 penerima.(R06)