25 Ribu Siswa Murid SD dan SMP di Pekanbaru Bakal Diberi Makan Siang Tiap Hari

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:08:18 WIB
Sekdako Pekanbaru Indra Pomi Nasution saat memimpin Rapat persiapan uji coba pelaksanaan program pemberian makan bergizi untuk siswa, selasa (13/8/2024) siang tadi.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru mulai melakukan simulasi untuk pelaksanaan program Pemberian Makanan Bergizi untuk Anak Sekolah.

Dalam waktu dekat, Pemko Pekanbaru juga akan melakukan uji coba pemberian makanan bergizi yang merupakan program pemerintah kepada 1.000 orang pelajar sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Indra Pomi Nasution selepas memimpin rapat Koordinasi Persiapan Pemberian Makanan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Selasa (13/8/2024).

Indra Pomi menjelaskan, rapat yang dilaksanakan ini berkaitan dengan uji coba dari pelaksanaan pemberian makan siang bergizi bagi para siswa.

''Kita kan menjadi salah satu daerah yang diminta untuk melakukan uji coba. Rencananya pada bulan Agustus ini juga kita akan melaksanakan program pemberian makan siang bergizi. Karena itulah,  hari ini kita laksanakan rapat bersama bukan hanya pemerintah, namun distributor, ahli gizi dan beberapa pihak lainnya,'' ungkap Indra Pomi.

Rencananya, untuk uji coba ini, kita akan tunjuk beberapa sekolah, karena itulah, selain Dinas Ketahanan pangan, juga ada Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bappeda juga ikut dihadirkan untuk bisa saling berkoordinasi.

Uji coba yang dilaksanakan ini untuk memberikan gambaran awal terkait dengan kesiapan bila program yang menjadi kebijakan pemerintah ke depan ini jadi dilaksanakan.

''Jadi kita bahas mulai dari tahap perencanaan, teknis pelaksanaannya seperti pengolahan, pendistribusian ke sekolah, gizinya, jadi semua aspek terkait program ini itu yang kita persiapkan,'' jelas Indra Pomi.

Ini, jelas Indra Pomi memang pekerjaan besar yang benar-benar harus dipersiapkan. Karena itulah, jelas dia, semua hal yang berkaitan dengan program ini harus diperhatikan untuk bisa meminimalisir potensi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya.

Dia juga menjelaskan bahwa program ini ke depannya juga akan mampu menjadi penggerak perekonomian di Kota Pekanbaru. Karena akan melibatkan banyak sekali pihak, termasuk pelaku usaha dan UMKM.

''Ini sebenarnya kan peluang, karena kita bisa bayangkan akan ada ribuan paket makanan yang akan di konsumsi oleh anak-anak kita yang bersekolah. Disana ada nasinya, ada ribuan potong ayak, ikan, sayuran yang akan dibutuhkan, dan ini bisa menjadi salah satu cara untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, tak terkecuali di Kota Pekanbaru,'' jelas Indra Pomi.

Di Kota Pekanbaru sendiri, dijelaskan Indra Pomi, akan ada sekitar 25.000 anak sekolah yang akan menerima program pemberian makan siang bergizi oleh pemerintah ini.

Dan dia berharap dalam pelaksanaannya nantinya, tidak terjadi masalah-masalah yang tidak diinginkan. ''Karena itulah, hari ini, yang hadir lengkap dari sejumlah OPD terkait,'' kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru H. Maisisco dalam penjelasannya selepas rapat bersama OPD terkait lainnya, termasuk kalangan pelaku usaha, kelompok masyarakat, distributor maupun Kelompok Wanita Tani (KWT) mengungkapkan, untuk lokasi pelaksanaan program uji coba ini akan dibagi dalam 2 kelompok, yakni SD dan SMP.

''Jadi penerima program ini adalah siswa di tingkat SD sebanyak 500 orang dan tingkat SMP sebanyak 500 orang. Untuk sekolahnya, kita sudah sampaikan kepada Dinas Pendidikan, jadi nanti Dinas Pendidikan yang menentukan,'' jelasnya.

Tapi, secara garis besarnya, karena program ini ditujukan untuk memenuhi kecukupan gizi pada anak sekolah, maka prioritas kita adalah di daerah-daerah rentan rawan pangan.

''Jadi daerah rentan rawan pangan di Pekanbaru ini kan ada beberapa kategori, yakni kategori 3 dan 4. Jadi kita prioritaskan yang paling rentan, artinya di kategori 4,'' ungkap Maisisco.

''Begitu juga dengan jumlah kecukupan gizi dan protein yang diberikan kepada tiap-tiap siswa, nantinya kita juga akan dibantu oleh teman-teman di Dinas Kesehatan maupun Poltekes Pekanbaru,'' kata dia.

Dijadwalkan, untuk mempertajam pelaksanaan program ini, Pemko Pekanbaru akan melakukan pertemuan kembali dengan menghadirkan perwakilan dari sekolah.

''Kita ingin dalam pelaksanaannya nanti benar-benar sudah siap. Karena itulah, kita dudukkan bersama-sama, sehingga bisa memperkecil potensi kendala yang dihadapi bila berjalan nanti.

Sejumlah stake holder lainnya tampak juga sangat antusias dalam mendukung pelaksanaan program ini. Hal tersebut setidaknya tergambar dari respon perwakilan OPD yang hadir dalam rapat pembahasan program ini.(R06)

 

Terkini