PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru melakukan pertemuan dengan pelaku usaha pertanian dan pola hidroponik green farm, Selasa (3/9/2024).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah upaya dalam pengembangan usaha pertanian hidroponik maupun kendala pemasaran yang dihadapi.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan pendampingan untuk pengurusan izin edar maupun registrasi terhadap komoditas sayur mayur yang dihasilkan oleh usaha tani berbasis hidroponik apung.
Pimpinan Kandis Green Farm Richard Kellen yang langsung disambut oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan H. Maisisco mengungkapkan kalau pad dasarnya usaha pertanian hidroponik ini masih memiliki peluang pasar yang sangat besar.
Hanya saja, seiring dengan perkembangan waktu, serta terbitnya regulasi untuk izin edar maupun pengawasan terhadap keamanan pangan, maka, Richard merasa pihaknya perlu berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan sebagai pemangku regulasi.
''Saat ini, kalau kita memasukkan sayura hidroponik, maka persyaratan yang dimintakan adalah masalah izin edar dan registrasi. Karena itulah, saat ini, Kandis Green Farm yang menjadi salah satu pemasok sayuran dan buah hidroponik di Pekanbaru dan Riau umumnya mengajukan pengurusan izin edar dan registrasi,'' jelas Richard.
Pada kesempatan itu, Richard juga menyampaikan bahwa saat ini,dengan semakin banyaknya usaha hidroponik menyebabkan persaingan semakin terbuka. Dan itu memerlukan komitmen bersama daripelaku usaha untuk menghasilkan tanaman hidroponik yang sesuai dengan standar keamanan pangan.
''Kandis Green Farm dalam praktik usahanya sangat memperhatikan aspek keamanan pangan dengan semaksimal mungkin mengurangi pemanfaatan unsur kimia dan pestisida. Karena itulah, kita menggunakan green house,'' kata dia.
Namun begitu, dia tidak menafikan bahwa ada juga usaha hidroponik yang tetap menggunakan pestisida sebagai sarana untuk membunuh hama.
''Di sini perlu ada kesamaan persepsi dan pemahaman terhadap aspek keamanan pangan. Dan itu memerlukan dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan,'' kata Richard.
''Sebenarnya, walaupun jumlah pelaku usaha terus bertambah, peluang pasarnya masih cukup besar. Bahkan kita sudah mendapatkan pesanan dari Singapura untuk bisa menyuplai sayuran hidroponik ini. Dan aspek keamanan pangan, mulai dari penggunaan kimia berbahaya, pestisida menjadi hal yang paling dinilai. Di Singapura itu, setiap sayur yang masuk ke minimarket atau swalayan bisa langsung dicek kadar kimianya. Nah, kita harapkan di Indonesia, khususnya di Pekanbaru ini juga bisa dilaksanakan,'' ungkap Richard.
Dia juga mengajak Dinas Ketahanan Pangan bisa menggandeng bukan saja pelaku usaha pertanian, namun juga pengelola minimarket dan pasar swalayan dan retail modern untuk secara bersama berkolaborasi.
Kepala DKP Pekanbaru, H. Maisisco sangat menyambut baik usulan yang disampaikan Richard dalam upaya menghasilkan komoditas pangan yang aman.
Bahkan, jelas H. Maisisco, pihaknya mengusulkan supaya upaya sosialisasi dan edukasi tidak hanya dilakukan kepada para petani, namun juga pelaku usaha sehingga bisa langsung saling berkolaborasi.
''Kita akan turunkan juga tim ke swalayan untuk melakukan pengecekan terhadap standar penetapan produk lulus diperdagangkan dengan memastikan bukan saja kelayakan, namun juga keamanannya saat diperjual belikan,'' ungkap Maisisco.
''Minggu ini juga kita upayakan untuk turun ke pusat perbelanjaan dan swalayan untuk melakukan pengecekan di lapangan.
Maisisco juga mengharapkan Kandis Green Farm untuk segera bisa membantu mengajak para pelaku usaha pertanain untuk menggunakan saran pertanian yang aman dan bebas dari kontaminasi zat berbahaya.
Pada kesempatan itu, Kadis H Maisisco yang juga didampingi Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan beserta jajaran, yakni pengawas Mutu Hasil Pertanian Dewi Sri Rezeki dan Ceria Dona juga analis Ketahanan Pangan Ali Refki juga memberikan edukasi untuk pendaftaran secara online terhadap aplikasi OSS bagi pelaku usaha yang hendak melakukan pendaftaran usaha.(*)