PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Tim Satgas Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru melakukan monitoring dan inspeksi mendadak terhadap ketersediaan dan harga sejumlah komoditas pangan strategis di sejumlah pasar di Kota Pekanbaru, Kamis (19/9/2024) pagi tadi.
Monitoring dan inspeksi mendadak ini dilaksanakan sebagai upaya mencari solusi terkait kondisi deflasi yang terjadi di Kota Pekanbaru dalam beberapa bulan terakhir yang menyebabkan tergerusnya harga sejumlah komoditas pangan strategis di Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Ketahanan Kota Pekanbaru H. Maisisco menjelaskan, dalam beberapa bulan ini, Pekanbaru mengalami deflasi ekonomi.
Kondisi tersebut disebabkan harga sejumlah komoditas pangan di Kota Pekanbaru mengalami penurunan. Situasi ini juga diikuti dengan penurunan daya beli masyarakat terhadap harga komoditas pangan.
''Jadi tadi kita melakukan pengecekan kepada pedagang dan masyarakat terkait kondisi jual ketersediaan bahan pangan strategis maupun harga. Dari pantauan kita, memang pedagang mengeluhkan sepinya pasar dan rendahnya daya beli masyarakat,'' ungkap Maisisco yang saat itu juga didampingi Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinal Husna.
''Komoditas pangannya ada, mencukupi, harganya juga relatif stabil. Bahkan, untuk beberapa komoditas mengalami penurunan. Seperti cabai, bawang, tomat, ayam, harganya masih relatif rendah. Tapi, situasi ini tidak menyebabkan daya beli masyarakat meningkat,'' ungkap Maisisco.
Dia menjelaskan, misalnya pedagang ayam, biasa menjual hingga 300 kilogram, saat ini cenderung turun. Kecenderungannya lebih banyak melayani permintaan pelanggan seperti rumah makan.
Begitu juga dengan harga cabai merah dan bawang yang sudah selama beberapa pekan terakhir belum menunjukkan tren perbaikan .
Adapun beberapa harga komoditas yang menyumbang inflasi pada bulan ini masih berkisar pada beras premium dan minyak goreng. Itu pun berkaitan dengan penyesuaian harga di pasar pasca kenaikan beberapa waktu lalu.
Situasi daya beli yang rendah ini menyebabkan perputaran ekonomi di tingkat pedagang hingga pemasok relatif terganggu.
Meski begitu, sebut Maisisco, pemerintah tetap berupaya untuk bisa mencarikan solusi terhadap persoalan yang terjadi, khususnya untuk membantu masyarakat dengan kondisi wilayah rentan rawan pangan maupun kemiskinan ekstrem.
''Kita harus tetap support masyarakat untuk bisa meningkatkan daya beli. Khususnya di daerah rentan rawan pangan atau kondisi kemiskinan ekstrem,'' jelas dia.
Karena itulah, lanjut Maisisco, kita akan turun ke masyarakat dengan melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) tematik,'' ungkap H. Masisco.
''Dalam waktu dekat, kita akan laksanakan GPM, dengan tujuan untuk tetap mengajak masyarakat berbelanja. Dengan masyarakat berbelanja, akan terjadi perputaran ekonomi yang juga akan ikut menyumbang pada kembali bergairahnya aktivitas di tingkat petani maupun pemasok,'' kata Maisisco.
Berikut adalah kondisi harga pangan strategis yang dihimpun dari beberapa pasar tradisional di Kota Pekanbaru oleh jajaran DKP Kota Pekanbaru:
1. Cabai merah bukit Rp40.000 per kg
2. Cabai merah medan Rp27.000 per kg
3. Bawang merah Rp21.500 per kg.
4. Cabai rawit 52.000 per kg
5. Bawang putih Rp37.500 per kg
6. Daging ayam 26.000 per kg
7. Telur ayam Rp49.000 per kg
8. Beras premium Rp17.500 per kg
9. gula Rp18.000 per kg
10. Minyak goreng Rp17.000 per kilogram.