Terima Perwakilan FMTP untukProgram Makan Siang Bergizi, Maisisco: Pekanbaru Sudah Siapkan Apa?

Senin, 10 Februari 2025 | 17:39:25 WIB
Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco saat memberi semangat pada pengurus FMTP saat beraudiensi pada Senin (10/2/2025) petang tadi.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru tak henti-hentinya mengajak seluruh stake holder untuk bersinergi dan melakukan elaborasi untuk mendukung program Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa, ibu hamil dan menyusui.

Pada Senin (10/2/2025), kepada perwakilan Forum Mahasiswa Tani Pekanbaru, Maisisco kembali menggugah unsur pengurus organisasi tersebut untuk memastikan apa yang telah disiapkan untuk mendukung program tersebut.

Maisisco menjelaskan, upaya untuk memenuhi ketersediaan pasokan pangan untuk mendukung program tersebut tentunya tidak akan bisa dipenuhi bila hanya menggantungkan pada upaya yang dilakukan oleh pemerintah saja.

''Peran serta masyarakat, baik itu koperasi, organisasi pemuda, UMKM, kelurahan, RT dan RW harus bersinergi untuk bisa memenuhi semua kebutuhan yang demikian besar untuk program yang menjadi salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ini,'' kata Maisisco.

Dia menjelaskan, kemampuan pemerintah tentunya sangat terbatas untuk bisa mencapai target terpenuhi pasokan bahan baku program MBG secara lokal.

''Kita tak mungkin mengandalkan potensi pangan dari daerah lainnya, karena mereka juga butuh untuk program yang sama. Karena itulah, satu-satunya jalan adalah dengan memulai untuk bergerak, menanam,'' ungkap Maisisco.

Dikatakan dia, untuk mencapai hasil maksimal dari pemenuhan kebutuhan pangan di tingkat lokal, diperlukan kolaborasi dariu semua pihak, khususnya pemuda, dunia usaha juga pemerintah.

''Kalau mengandalkan anggaran pemerintah, pastinya tidak akan mudah. Tapi, kita bisa berkolaborasi dengan memanfaatkan program-program berbasis pemberdayaan yang dikelola baik melalui Corporate Social Responsibility (CSR) maupun program berbasis pemberdayaan seperti yang diinisiasi oleh Baznas maupun Bank Indonesia,'' kata dia.

''Kami terus berupaya menggandeng semua pihak untuk bisa bersama-sama. Memang, itu bukan berarti kita bisa mencapai swasembada, karena kita bukan sentra produksi. Namun untuk pasokan yang dibutuhkan program MBG ini kita yakin bisa,'' kata Maisisco yang saat itu didampingi Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna, Kabid Konsumsi dan Keamanan pangan yarnengsih Alam juga Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Jasrul.

Maisisco juga yakin, kalau pemerintah ke depan, termasuk di Kota Pekanbaru akan menjadikan tema pangan ini sebagai bagian dari prioritas program yang akan diprioritaskan, mengingat ini serentak dilaksanakan di seluruh Tanah Air.

Sementara itu, Ketua FMTP Abdul Mutholib mengungkapkan optimismenya terhadap kemampuan Kota Pekanbaru untuk mencapai target pemenuhan pasokan bahan baku bagi program MBG ini.

''Kami sudah beberapa kali berdiskusi mengenai upaya pemenuhan kebutuhan bahan pangan untuk program MBG ini. Dan kami yakin ini bisa kita lakukan,'' ungkap dia.

''Kami sudah lakukan kajian, dan kami siap kumpulkan mahasiswa dan pemuda untuk ikut terlibat untuk mendukung program ini,'' kata Abdul.

Dijelaskan dia, ''Peluang untuk bisa berperan dalam program ini, salah satunya untuk menyediakan pasokan bahan pangan seperti sayur mayur, buah, ikan itu sangat besar. Dan kita optimis dengan potensi yang ada kita di Pekanbaru bisa,''ungkap dia.

Dia juga menjelaskan, apa yang diinisiasi oleh Kadis Ketahanan Pangan H. Maisisco ini adalah hal yang sangat memungkinkan. ''Bagaimana supaya bahan baku program makan bergizi ini tidak perlu didatangkan dari luar Pekanbaru, itu sangat logis bagi kami,'' kata dia.

Dia juga mengaku sangat optimis untuk ikut bergerak, apalagi bila konsistensi pemerintah untuk mendukung program ini  ada dan pemerintah juga bisa memastikan pasar yang ada siap menampung pasokan pangan yang ditanam oleh petani.

''Potensi petani kita cukup banyak. Lahan yang tersedia juga cukup luas. Kalau pemerintah konsisten, dan pasarnya sudah jelas, kan tidak ada alasan petani untuk berusaha menjadi pemasok utama program ini di Pekanbaru, kami yakin, 85 persen dari program ini akan bisa kita capai,'' ungkap Abdul.

Sering kali, yang menjadi permasalahan terbesar bagi petani adalah, pasar yang tidak pasti, yang akhirnya menjerat para petani pada praktik ijon.

''Tentu kita tak ingin hal tersebut. Apalagi pasarnya cukup luas dan besar seperti saat ini. Karena itulah, FMTP sangat siap untuk bersinergi bersama pemerintah,'' kata dia.(R04)

 

 

Terkini