PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru, dipimpin Asisten II Ingot Ahmad Hutasuhud dan Staf Ahli Wali Kota Mahyuddin memimpin Rapat Koordinasi terkait langkah pengendalian inflasi secara nasional yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir, juga Kepala BMKG Dwi Korita Senin (10/3/2025).
Dalam rapat tersebut juga hadir Kepala Dinas ketahanan Pangan Pekanbaru, H Maisisco, Plh. Kadis Perindag Harry Pratama juga perwakilan unsur TNI.
Pada kesempatan tersebut, Mendagri Tito Karnavian menekankan beberapa hal terkait inflasi daerah serta persiapan menghadapi lebaran 2025 diantaranya adalah masih tingginya angka inflasi daerah serta Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang terjadi di beberapa provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia.
Dengan demikian, Tito mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah dan TPID untuk dapat menganalisis penyebab terjadinya kenaikan tersebut terutama kenaikan harga komoditas pangan sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan pada musim Ramadan dan lebaran.
“Beberapa daerah angka inflasi dan IPH nya masih tinggi. Tolong ini untuk diperhatikan betul serta segera dilaksanakan upaya pengendalian,” ujarnya.
Selain itu, Tito juga menyoroti terkait dengan cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa daerah sehingga berpengaruh terhadap fluktuasi harga dan ketersedian bahan pangan.
Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah daerah dapat terus bersiaga serta melaksanakan langkah antisipasi bencana untuk menekan dampak yang ditimbulkan akibat bencana di samping terus melakukan pengendalian inflasi.
Sementara itu, terkait hasil pelaksanaan rapat tersebut, Staf Ahli Wali Kota, Mahyuddin mengungkapkan kalau apa yang telah menjadi atensi Kemendagri perlu ditindaklanjuti di Kota Pekanbaru, salah satunya adalah terkait dengan pemantauan terhadap stok dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
Mahyuddin berharap Bagian Perekonomian bisa berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan pangan maupun Disperindag untuk memastikan bahwa data terkait ketersediaan dan harga itu terus terpantau setiap hari dan dilaporkan sebagai bentuk upaya dari Pemko Pekanbaru dalam melakukan langkah pengendalian.
Mahyuddin juga mengimbau Dinas Perhubungan juga melaporkan kondisi kelancaran arus masuk barang, khususnya pangan yang masuk ek kota Pekanbaru dengan melakukan razia secara berkala pada momen Ramadhan ini.
Sementara itu, secara nasional, pada bulan Februari ini, inflasi secara tahun ke tahun 2025, dilaporkan angka inflasi di Indonesia berkisar -0.09 persen.
Adapun inflasi bulan ke bulan periode Januari ke Februari 2025 tercatat sebesar 0,48 persen.
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, situasi deflasi ini baru pertama sekali terjadi di Indonesia dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.
Salah satu penyumbang deflasi pada bulan ini adalah kebijakan pemerintah dengan memberikan subsidi listrik kepada masyarakat yang menyumbang -3,59 persen inflasi.
Hanya saja, kondisi ini sedikit berbanding terbalik dengan kondisi dimana daya beli masyarakat sejauh ini juga masih cukup baik. ''Artinya, perekonomian kita sejauh ini masih terus bergerak, dan daya beli masyarakat masih cukup baik,'' ungkap Tito.(R04)