DPRD Kota Payakumbuh Studi Konsultasi ke DKP Pekanbaru Soal Pangan

Kamis, 13 Maret 2025 | 14:36:28 WIB
Kepala DKP Pekanbaru menerima cinderamata dari rombongan anggota DPRD Kota Payakumbuh.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Sejumlah anggota DPRD Kota Payakumbuh, melakukan kunjungan kerja ke DInas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru, Kamis (13/3/2025) siang tadi.

Kunjungan kerja ini dalam rangka studi konsultasi terkait dengan pengelolaan pangan spesifik pada pengembangan pangan pengganti beras.

Pada kesempatan tersebut, rombongan anggota DPRD Kota Payakumbuh ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, H. Maisisco, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Yarnengsih Alam dan jajaran.

Sementara rombongan DPRD Payakumbuh dipimpin Arman Faindal pada kesempatan itu menanyakan perihal langkah-langkah yang dilakukan DKP Pekanbaru dalam upaya pengembangan pangan pengganti beras juga beberapa langkah yang dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat mengingat Pekanbaru bukan daerah produksi.

Pada kesempatan itu, anggota DPRD Kota Payakumbuh menanyakan perihal besaran cadangan pangan pemerintah dalam korelasinya dengan jumlah populasi penduduk Kota Pekanbaru.

Selain itu, juga dibahas perihal langkah-langkah yang dilakukan DKP Pekanbaru dalam memenuhi aspek ketersediaan pangan, termasuk pembiayaan dalam penyelenggaraan kegiatan yang berkaitan dengan operasi pasar maupun gerakan pangan muraH.

Pada kesempatan itu, Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco menjelaskan secara runtut beberapa langkah yang dilaksanakan, mulai dari pelibatan KWT dalam pelaksanaan kegiatan menanam di lahan pekarangan hingga upaya untuk menerapkan kbijakan stop boros pangan sebagai upaya untuk penghematan dan menekan jumlah pangan yang terbuang.

Sementara terkait dengan pelaksanaan operasi pasar maupun gerakan pangan murah, Maisisco mengakui kalau Pemko Pekanbaru berkolaborasi dengan banyak pihak dalam mendukung kegiatan.

Kolaborasi ini bisa dilaksanakan bersama dengan Bank Indonesia, Sub Holding PTPN IV Palm Co, maupun pihak-pihak lain.

''Jadi walau terkadang anggaran yang dialokasikan terbatas, dengan kolaborasi, kita tetap bisa melaksanakan kegiatan seperti GPM,'' ungkap dia.

Maisisco juga menjelaskan, selain GPM, DKP Pekanbaru juga melaksanakan kegiatan layanan Mobil Pak Iwan yang berkeliling ke daerah rentan rawan pangan yang umumnya jauh dari keterjangkauan dan akses pangan.

Selian itu, DKP pekanbaru juga memiliki Kios Pangan yang menjadi salah satu solusi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pangan berkualitas.

Sementara terkait pemanfaatan bahan pangan pengganti beras, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Yarnengsih Alam pada kesempatan tersebut menjelaskan kalau DKP Pekanbaru memiliki sejumlah upaya, salah satunya adalah pelatihan dalam mengolah pangan lokal lewat iven lomba mengolah pangan mapun pelatihan-pelatihan terhadap kelompk  masyarakat maupun UMKM.

Sejauh ini, memang upaya untuk mensosialisasikan pemanfaatan pangan pengganti beras sangat tergantung pada potensi pangan lokal yang tersedia di daerah.

Pekanbaru, sebut Kabid Yarnengsih Alam, memang bukan daerah penghasil padi, sehingga pengalolahan pangan lebih banyak menggunakan bahan baku sagu, ataupun ubi kayu.

Upaya mensosialisasikan pemanfaatan pangan lokal ini juga dilaksanakan melalui imbauan kepada pelaku usaha restoran dan hotel untuk menjadikan pangan lokal sebagai panganan khas.

Hanya saja, memang untuk upaya ini perlu dilakukan upaya lebih massif, karena ini akan sangat tergantung dari mindset masyarakat tentang makan itu masih harus beras.(R04)

 

Terkini