Agung: APBD 2024 Hanya Sisakan Rp100 Miliar untuk Belanja Program, Hampir Rp500 Miliar Tunda Bayar

Jumat, 18 April 2025 | 07:05:13 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat memimpin Forum Konsultasi Publik penyusunan RPJMD Pekanbaru 2025-2029 di Kantor Wali Kota Pekanbaru di Tenayan Raya.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho buka-bukaan terkait kendisi keuangan pemerintah Kota Pekanbaru saat ini.

Dia menyebutkan sampai akhir tahun 2024 lalu, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya bisa membayarkan kebutuhan gaji dan kegiatan rutin.

Sisanya, hanya sekitar Rp100 miliar yang bisa digunakan untuk belanja program.

Itu diungkapkan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat membuka Forum Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan RPJMD 2025-2029 sekaligus Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) Pemerintah Kota Pekanbaru tahun 2026 yang dilaksanakan di ruang Rapat Utama Pemko Pekanbaru di Lantai 6, Rabu (16/4/2025) lalu.

''Bahwa pada tahun 2024 kemarin, kebetulan disini juga ada Ketua DPRD, APBD Pekanbaru terealisasi hanya Rp2,8 triliun, sementara untuk gaji dan kebutuhan rutin, listrik dan lain-lain adalah Rp2,7 triliun,'' ungkap Agung.

selanjutnya, Agung menjelaskan kalau APBD Pekanbaru hanya menyisakan Rp100 miliar yang bisa digunakan untuk melaksanakan program.

Yang lebih memberatkan, kondisi anggaran pemerintah pada tahun ini juga menyisakan utang dalam bentuk tunda bayar yang totalnya mencapai Rp500 miliar.

Artinya, sebut Agung, kondisi anggaran pemerintah pada saat ini sangat jauh dari ketersediaan yang bisa digunakan untuk mendukung program yang akan dilaksanakan oleh Pemko Pekanbaru.

Selain itu, total APBD Pekanbaru tahun 2025 pemerintah dan DPRD mengalokasikan sebesar Rp3,2 Triliun serta tunda bayar dari pemerintah Provinsi sebesar Rp150 miliar.

Namun, Agung menjelaskan kalau pihaknya tidak bisa berangan-angan atau optimis dengan angka Rp3,2 triliun tersebut.

Karena itulah, kondisi yang ada saat ini, jelas Agung adalah, bagaimana mengurangi belanja dan mempertinggi pendapatan daerah.

Agung tidak menafikan tentang banyak hal yang perlu dilakukan di tengah masyarakat saat ini.

Salah satu atensinya adalah memenuhi kebutuhan pelayanan dasar seperti permasalahan kesehatan masyarakat juga ketersediaan sarana pendidikan.

''Layanan kesehatan kita masih jauh, belum bisa menjangkau sepenuhnya apa yang menjadi harapan masyarakat. Namun kita tetap berusaha bagaimana memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk segera tertangani untuk akses terhadap srana kesehatan yang ada,'' kata dia.

Agung juga menyinggung tentang masih banyak sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai di Kota Pekanbaru, seperti di wilayah Rumbai.

Agung mengaku dia masih menemukan sekolah yang terbuat dari kayu, dan itu perlu segera mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dan dia berharap segera bisa menemukan solusi bersama untuk bisa mendukung tersedianya sarana pendidikan dan kondisi sekolah yang layak.(R04) 
 

Terkini