Untuk Keamanan Pangan, OKKPD Pekanbaru Akan Intensifkan Pengawasan Dapur MBG

Jumat, 16 Mei 2025 | 13:36:15 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dalam upaya meningkatkan keamanan pangan yang akan dikonsumsi, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) melalui Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Pekanbaru akan melakukan pengawasan bahan baku pangan yang akan digunakan untuk program makan bergizi gratis (MBG).

Pengawasan ini seiring dengan terbitnya Surat Badan Pangan Nasional (Bapanas) nomor 119/KS.02.01/D/05/2025 tentang Pengawasan Keamanan Pangan di Lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tertanggal 9 Mei 2025.

''Dalam rangka mendukung program MBG, khususnya menjamin keamanan pangan segar, sesuai dengan tugas dan fungsinya, OKKPD Kota Pekanbaru memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap pangan segar yang digunakan di tip-tiap dapur SPPG yang ada,'' sebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru, H. Maisisco.

Tujuan dari dapur ini adalah untuk menyiapkan pangan yang akan dikonsumsi oleh anak-anak sekolah. Dan OKKPD memiliki tugas dan fungsi mengawasi dan memastikan pangan segar sebagai bahan baku yang akan dikonsumsi itu benar-benar aman dan layak untuk dikonsumsi.

Selain itu, lanjut Maisisco, DKP melalui OKKPD juga ingin memastikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan SPPG ini sudah memenuhi ketentuan tentang sanitasi higiene khususnya di gudang-gudang, tempat dimana pangan segar itu diambil.

''Apakah dia berada di tengah masyarakat, atau dapur SPPG menyediakan gudang untuk tempat penyimpanan bahan baku, itu juga akan diawasi oleh OKKPD. Supaya, pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah ini benar-benar sudah dipastikan terjamin dan aman untuk dikonsumsi,'' jelas Maisisco.

Apa yang dilakukan ini, dijelaskan Maisisco, pada dasarnya merupakan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kesalahan atau permasalahan dalam pelaksanaan program MBG ini.

''Kita tidak mau dikatakan baru turun setelah ada kejadian. Karena itulah, semenjak awal, kita akan lakukan pendampingan dan pengawasan terhadap setiap dapur SPPG yang ada, sehingga bisa memperkecil risiko yang tidak diinginkan,'' jelas H. Maisisco.

Saat ini, pihaknya sudah menyiapkan beberapa tim untuk melakukan pemantauan. Apalagi, dalam bulan Mei ini, dari info yang disampaikan, sudah ada 6 dapur SPPG yang beroperasi.

''Jadi nanti tim ini akan turun untuk mengecek keamanan bahan baku di dapur MBG, baik dari sisi kelayakannya, maupun potensi kontaminasi zat kimia yang bisa membahayakan bagi kesehatan. Jadi seperti sayur, cabai bawang, buah, ikan, daging, telur, kita akan cek secara berkala maupun  dengan pola acak,'' ungkap dia.

Untuk mendukung tugas tersebut, DKP juga sudah menyiapkan labor mini maupun labor mobile yang bisa digunakan untuk mendukung tugas pengawasan tersebut.

Maisisco juga menjelaskan, dalam waktu dekat, bersamaan dengan beroperasinya beberapa dapur SPPG baru di Kota Pekanbaru, pihaknya  akan melakukan sosialisasi.

Untuk memudahkan pengawasan, dia juga mengajak kepada para suplayer yang berencana akan masuk dan bekerja sama dengan dapur MBG ini untuk mendukung kebijakan ini.

''Bila ada suplayer, petani, KWT yang ingin melakukan pengujian terhadap komoditas pangan yang akan dipasarkan, termasuk untuk mendukung dapur MBG, DKP sangat mendukung dan siap membantu untuk melakukan pengujian untuk pangan segarnya,'' tutup dia.(R04)

 

 

Terkini