PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru H. Maisisco melakukan penen kacang tanah dan cabai merah, Selasa (20/5/2025) pagi tadi.
Kegiatan panen cabai merah dan kacang tanah tersebut dilaksanakan di lahan siCantig di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat.
Lahan SiCantig adalah Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru dalam rangka edukasi dan budidaya pertanian dan peternakan dalam rangka mendukung terciptanya ketahanan pangan di Kota Pekanbaru.
Panen cabai merah yang dilakukan di lahan SiCantig ini adalah untuk musim panen ke-12 dari proses penanaman yang telah dilakukan selama lebih kurang 4 bulan terakhir.
Sementara untuk kacang tanah, ini adalah panen perdana dari proses penanaman yang dilakukan pada 3 bulan lalu.
Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco yang saat itu juga didampingi koordinator kelompok tani SiCantig, Jon Hendri mengungkapkan apresiasinya atas keberhasilan penen cabai dan kacang tanah yang dilakukan saat ini.
''Ini membuktikan kalau Kota Pekanbaru juga bisa memproduksi tanaman untuk kebutuhan pangan masyarakat,'' ungkap pria yang akrab disapa Bang Mai ini.
Dia menjelaskan, dengan keberhasilan melakukan penen sebanyak 12 kali untuk cabai merah, dan hingga saat ini masih produktif untuk menghasilkan buah menunjukkan kalau penanaman dilakukan dengan baik tetap akan bisa menghasilkan nilai tambah kepada para petani penggarap.
''Bagi DKP tentunya ini menjadi sebuah kemajuan, apalagi selama ini, untuk cabai merah memang sebagian besar masih didatangkan dari luar, seperti Sumbar dan Sumatera Utara juga Aceh,'' kata dia.

Kepala DKP Pekanbaru melakukan panen cabai merah di lokasi SiCantig.
Namun keberhasilan dalam proses panen ini juga membuktikan kalau di Pekanbaru, cabai merah juga bisa dihasilkan.
Dengan produksi sekitar 20 kilogram lebih per hari, tentunya ini memberikan kontribusi untuk mendukung penguatan pangan sekaligus penguatan ekonomi di Kota Pekanbaru.
''Kami mengajak para petani di SiCantig untuk terus menanam, penuh semangat, sehingga bisa membantu untuk penguatan ekonomi keluarga,'' kata dia.
Sebagai masyarakat perkotaan, dijelaskan Maisisco, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penanaman cabai merah di sekitar lingkungan dan halaman rumah.
''Kami sangat menganjurkan masyarakat untuk menanam, apalagi dengan tingkat kebutuhan yang demikian tinggi, tentu ini akan sangat kompetitif,'' jelas H. Maisisco.
Untuk cabai yang diproduksi di SiCantig, PakDe, petani penanam mengaku mereka menjual seharga Rp35.000 per kilogram.
''Untuk saat ini harga perkilogramnya Rp35.000, dan itu sudah ada yang siap menampung,''ungkap PakDe ditemui di lokasi panen.
Tak hanya cabai merah, pada kesempatan tersebut, Kepala DKP Pekanbaru juga melakukan panen perdana kacang tanah.
Kacang yang dipanen kali ini relatif lebih subur dan buahnya cukup banyak. Diperkirakan untuk seluruh total lahan yang ditanam, bisa menghasilkan sekitar 400 hingga 500 kilogram kacang tanah.
Untuk kacang tanah ini, dijelaskan Jon Hendri, pasarnya sudah ada. ''Umumnya dibeli warga di sekitar kawasan SiCantig ini juga. Jadi tidak payah dicari lagi pasarnya,'' ungkap dia.
Untuk perkilogram kacang tanah ini, dijelaskan Jon, mereka menjual seharga Rp12.000 per kilogram.
Selain cabai merah, kacang tanah, pada kesempatan itu, Kepala DKP Pekanbaru H. Maisisco juga melakukan penen pepaya california yang juga menjadi salah satu tanaman komoditas unggulan di lahan SiCantig.
''Alhamdulillah, hari ini kita sangat puas melihat produktivitas dari pemanfaatan lahan di SiCantig ini. Kita harapkan petani di sini tetap produktif,'' ungkap dia.
Selain cabai merah dan kacang tanah, di lahan SiCantig saat ini juga masih dalam proses tanam untuk jagung manis, timun dan aneka sayuran lainnya.
Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru sendiri sejauh ini terus secara massif mengajak seluruh komponen masyarakat Kota Pekanbaru untuk melakukan penanaman lahan kosong dan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan. Ini salah satunya dilakukan dalam upaya mendukung ketercukupan bahan pangan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).(R04)