RENGAT (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar rapat koordinasi persiapan penilaian kinerja pemerintah kabupaten dalam pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di Ruang Rapat Bappeda Inhu, Kamis (12/6/2025) lalu.
Rakor ini bertujuan untuk mempersiapkan Pemkab Inhu dalam menghadapi penilaian dari Tim PPS Provinsi Riau yang akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada tanggal 18 Juni 2025.
Dalam penilaian tersebut, Pemkab Inhu akan diminta untuk menyampaikan paparan yang mencakup rencana, pelaksanaan, evaluasi, masalah, dan kendala dalam percepatan penurunan stunting.
Mewakili Kepala Bappeda Inhu, Octo Rinaldy menyampaikan beberapa poin penting yang harus disampaikan dalam paparan penilaian, antara lain hasil analisis situasi tahun 2024, rekomendasi hasil analisis situasi yang diimplementasikan, konsep intervensi terhadap kelompok sasaran, inovasi di tingkat kabupaten hingga ke desa, serta hasil review dan monev pelaksanaan PPS dari tingkat kabupaten hingga ke desa.
Dilaporkan bahwa angka prevalensi stunting di Indragiri Hulu tahun 2024 mengalami peningkatkan dibandingkan tahun sebelumnya.
Itu disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Inhu, Sandra dalam rapat yang dipimpin dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kab. Inhu, H. Syahruddin tersebut.
Dikatakan Sandra, peningkatan prevalensi stunting ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu dievaluasi.
Menurutnya, salah satu penyebab utama peningkatan prevalensi stunting di Kabupaten Inhu adalah rendahnya motivasi masyarakat untuk datang ke posyandu, sehingga anak tidak terpantau tumbuh kembangnya serta tidak memperoleh layanan dasar kesehatan yang tersedia di posyandu.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Inhu, Syahruddin, mengajak seluruh stakeholder berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam rangka menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Inhu.
Penimbangan serentak yang akan dilaksanakan pada Bulan Agustus mendatang diharapkan dapat menggambarkan kondisi riil prevalensi stunting di Inhu.
Sebagaimana diketahui, angka prevalensi stunting di Inhu sempat cukup tinggi pada tahun 2021 lalu, dimana tercatat sebesar 23,60 persen. Selanjutnya pada tahun 2022 turun drastis hingga 16,70 persen, dan kembali turun pada 2023 menjadi sebesar 12,7 persen.
Sayangnya, dari penelusuran tidak diketahui berapa besar angka prevalensi stunting di Kabupaten Inhu pada tahun 2024.(*)